Teknologi

5 Cara Ampuh Mengembalikan Data yang Terhapus di Komputer

Hilangnya data di komputer dapat menjadi pengalaman yang sangat menyedihkan dan berpotensi merugikan, baik bagi individu maupun perusahaan. Penyebab hilangnya data ini bervariasi, mulai dari penghapusan yang tidak disengaja, kerusakan sistem, hingga virus. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengembalikan file yang sudah terhapus. Berikut ini adalah lima cara efektif untuk mengembalikan data yang hilang di komputer.

Pertama, cara paling sederhana adalah dengan memeriksa Recycle Bin untuk pengguna Windows atau Trash untuk pengguna Mac. Jika file yang hilang belum lama dihapus, kemungkinan besar masih berada di salah satu dari dua lokasi tersebut. Pengguna hanya perlu mengklik kanan pada file yang ingin dikembalikan dan memilih opsi "Restore" untuk Windows atau "Put Back" untuk Mac. Metode ini sangat cepat dan mudah dilakukan, sehingga menjadi langkah awal yang wajib dilakukan.

Selanjutnya, jika Recycle Bin atau Trash tidak menampilkan file yang dicari, pengguna dapat memanfaatkan fitur yang lebih mendalam seperti File History untuk Windows atau Time Machine untuk Mac. Pada Windows, jika fitur File History aktif, pengguna bisa mencari file di folder aslinya, klik kanan lalu pilih "Restore previous versions". Begitu pula pada Mac, dengan Time Machine yang aktif, pengguna dapat membuka aplikasi Time Machine, memilih versi file yang diinginkan, dan mengklik "Restore". Metode ini sangat berguna bagi mereka yang sering melakukan backup data.

Namun, jika kedua cara di atas tidak berhasil, pengguna Windows dapat mencoba menggunakan Command Prompt sebagai langkah alternatif. Dengan menjalankan CMD sebagai Administrator dan mengetik perintah tertentu, seperti “chkdsk X: /f” (ganti X dengan drive tempat file terhapus), atau “attrib -h -r -s /s /d X:.”, pengembalian file dapat dilakukan. Perlu diingat bahwa metode ini memerlukan sedikit pemahaman teknis, jadi pastikan untuk melakukannya dengan hati-hati.

Jika kehilangan file diketahui sejak lama dan metode di atas tidak membuahkan hasil, penggunaan software recovery dapat menjadi pilihan selanjutnya. Beberapa software populer yang sering digunakan adalah Recuva untuk Windows, EaseUS Data Recovery Wizard yang tersedia untuk Windows maupun Mac, dan Disk Drill yang juga mendukung kedua sistem operasi. Setelah mengunduh dan menginstal salah satu software ini, pengguna perlu memilih drive yang ingin dipindai, melakukan pemindaian untuk mencari file yang hilang, memilih file yang ingin dipulihkan, dan menyimpannya di lokasi yang berbeda dari tempat file asalnya. Cara ini memerlukan waktu dan ketelatenan, namun sering kali membuahkan hasil yang signifikan.

Terakhir, jika file diharapkan masih bisa ditemukan di layanan cloud, langkah ini juga patut dicoba. Banyak pengguna yang tidak sadar bahwa mereka telah menyimpan salinan data penting di platform cloud seperti Google Drive, OneDrive, atau iCloud. Dengan melakukan pengecekan ke akun cloud masing-masing, pengguna dapat menemukan kembali file yang hilang tanpa harus melalui prosedur pemulihan yang rumit.

Dalam proses pemulihan data, penting untuk selalu berhati-hati dan tahu langkah-langkah yang tepat. Selain itu, untuk mencegah hilangnya data di masa mendatang, pengguna disarankan untuk aktivasi backup otomatis atau rutin memindahkan file penting ke penyimpanan cloud sebagai langkah pencegahan. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kemungkinan untuk mengembalikan file yang terhapus bisa sangat meningkat, sehingga kehilangan data tidak lagi menjadi momok yang menakutkan.

Dimas Harsono adalah seorang penulis di situs Media Massa Podme. Podme.id adalah portal berita informasi dan aplikasi podcast gaya hidup dan hiburan terdepan di Indonesia.

Berita Terkait

Back to top button