Seiring dengan perkembangan teknologi smartphone, pengguna semakin mengharapkan fitur yang memudahkan dalam penggunaan sehari-hari. Namun, Apple tampaknya menjadi sorotan karena telah menghilangkan enam fitur yang diharapkan banyak pengguna di iPhone. Hal ini mendorong sebagian pengguna untuk beralih ke smartphone Android seperti Samsung dan Xiaomi. Berita ini mengupas enam fitur yang hilang ini dan bagaimana dampaknya terhadap pilihan konsumen.
Pertama, salah satu keluhan paling mendasar adalah tidak adanya tombol ‘kembali’ yang konsisten di iPhone. Pengguna sering kali merasa kesulitan untuk kembali dari aplikasi atau layar tertentu tanpa harus mencari ikon kecil di sudut layar. Ini menjadi kontras yang mencolok ketika dibandingkan dengan pengalaman pengguna di smartphone Android, di mana tombol ini jelas dan mudah diakses. Pengalaman yang tidak mulus ini dinilai menyulitkan, terutama bagi pengguna yang sering beralih antar aplikasi.
Kedua, masalah berkaitan dengan keyboard iPhone. Di perangkat Android, pengguna dapat dengan cepat mengakses angka dan simbol tambahan hanya dengan menekan lama pada huruf tertentu. Sementara itu, iOS belum menawarkan fleksibilitas serupa di keyboardnya, meski ada penggemar yang beralih ke aplikasi keyboard pihak ketiga seperti Gboard. Namun, banyak pengguna merasa fungsionalitas aplikasi tersebut masih tidak sebanding dengan yang ditawarkan di Android.
Ketiga, pengisian cepat di iPhone juga mendapatkan kritik tajam. Dalam hal ini, Apple menawarkan kecepatan pengisian daya yang jauh dari optimal. Misalnya, iPhone 16 Pro dan Pro Max hanya dapat melakukan pengisian maksimum 25W, yang dianggap sangat lambat dibandingkan dengan perangkat Android seperti Motorola Edge yang dapat mengisi daya dalam waktu hanya 39 menit. Kecepatan yang terbatas pada pengisian daya kabel menjadi kekurangan yang signifikan bagi pengguna yang menginginkan efisiensi dan kecepatan dalam pengisian baterai.
Keempat, pengguna iPhone masih menanti kehadiran kecepatan refresh layar yang lebih tinggi dari 60Hz. Sementara produsen lain mulai mengadopsi teknologi ini, iPhone tetap berpegang pada standar yang lebih rendah. Peningkatan kecepatan refresh bisa memberikan pengalaman visual yang lebih halus dan responsif, sesuatu yang sangat diidamkan oleh para penggemar gadget di kelas menengah hingga atas.
Kelima, pemindai sidik jari adalah fitur lain yang dirindukan oleh pengguna. Apple telah mengembangkan sistem Face ID, namun banyak pengguna berpendapat bahwa fitur ini tidak selalu praktis. Misalnya, di kondisi tertentu seperti saat mengenakan masker, sidik jari akan lebih dapat diandalkan. Banyak yang berpendapat seharusnya Apple dapat dengan mudah mengintegrasikan kembali pemindai sidik jari ini ke dalam model terbaru mereka.
Terakhir, fitur 3D Touch yang diperkenalkan Apple dengan fanfare kini telah hilang dari jajaran produk mereka. Meskipun ada opsi untuk menekannya lama, pengguna menyatakan bahwa responsivitasnya menurun dan sering kali terlupakan saat menavigasi aplikasi. Fitur ini dianggap salah satu yang membuat iPhone menonjol di pasar smartphone, dan kehilangan ini membuat para penggemar setia merasa kecewa.
Secara keseluruhan, hilangnya enam fitur ini tidak hanya mengundang kritik, tapi juga membawa dampak signifikan terhadap pilihan smartphone pengguna. Banyak yang menemukan nilai dari perangkat Android yang menawarkan pengalaman pengguna lebih baik dengan fitur-fitur yang lebih lengkap. Seiring dengan meningkatnya persaingan di dunia smartphone, Apple diharapkan dapat mendengarkan suara konsumen dan menghadirkan pembaruan yang diinginkan untuk memenuhi ekspektasi pengguna yang semakin tinggi.