Hashim Ajak Investor Kawakan Bergabung dalam Danantara!

Utusan Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Sujono Djojohadikusumo, mengajak para investor kawakan global untuk bergabung dengan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). dalam sebuah acara yang berlangsung pada Kamis, 27 Februari 2025. Dalam presentasinya, Hashim secara spesifik menyebutkan harapan agar sosok berpengaruh dalam dunia investasi seperti Ray Dalio serta perusahaan manajemennya, Bridgewater Associates, dapat menjadi bagian dari Danantara. Keberadaan tokoh-tokoh investasi ternama diharapkan bisa meningkatkan minat investor lain untuk berkolaborasi dalam proyek-proyek yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Hashim menjelaskan, tujuan utama dari ajakan ini adalah untuk mengundang banyak investor berpengalaman guna berinvestasi pada proyek-proyek yang memiliki kelayakan tinggi. “Gagasan-nya adalah mengundang banyak investor untuk bekerja sama dalam berinvestasi pada proyek-proyek yang layak,” ujarnya. Dengan dukungan investor global, Danantara berkomitmen untuk mendukung transisi menuju energi hijau di Indonesia, sejalan dengan tuntutan global untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sendiri berlangsung pada 24 Februari 2025, dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Danantara merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengelola investasi nasional, bertujuan untuk mendorong pertumbuhan investasi yang berkelanjutan di Indonesia. “Saya berharap terbentuknya Danantara dapat mengubah cara pengelolaan kekayaan bangsa demi kesejahteraan rakyat,” kata Prabowo, menekankan komitmen pemerintah pada disiplin dan tata kelola keuangan yang bertanggung jawab.

Sebagai informasi tambahan, Rosan Roeslani, sebagai Pejabat Eksekutif Utama (CEO) BPI Danantara, menegaskan bahwa salah satu tokoh yang mengawasi operasional Danantara adalah mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair. Hal ini menunjukkan bahwa Danantara berusaha untuk menjalin hubungan internasional yang kuat dalam dunia investasi, melalui kehadiran para pakar dan pemimpin global.

Susunan pengurus Danantara juga mencantumkan nama penting lainnya, termasuk Menteri BUMN, Erick Thohir, yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas. Wakil Ketua adalah Muliaman Hadad yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Danantara, sementara anggota dewan lainnya mencakup Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Dalam Badan Pelaksana, Rosan Roeslani sebagai CEO bekerja sama dengan Dony Oskaria (Wakil Menteri BUMN) dan Pandu Sjahrir (Chief Investment Officer).

Berikut adalah beberapa poin penting tentang ajakan Hashim untuk investor di Danantara:

1. Tujuan utama: Menarik investor kawakan global agar berpartisipasi dalam proyek ramah lingkungan.
2. Nama-nama yang diharapkan bergabung: Ray Dalio dan Bridgewater Associates.
3. Dukungan terhadap transisi energi hijau: Fokus pada investasi yang berkelanjutan.
4. Peluncuran Danantara: Diresmikan oleh Presiden Prabowo pada 24 Februari 2025.
5. Keterlibatan tokoh internasional: Tony Blair sebagai bagian dari dewan pengawas.
6. Pengurus Danantara: Termasuk menteri-menteri dan tokoh terkenal seperti Sri Mulyani dan Erick Thohir.

Dengan keberadaan Danantara, pemerintah berharap untuk meningkatkan investasi dalam proyek-proyek yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. Hashim Sujono menambahkan bahwa kolaborasi dengan investor global menjadi langkah krusial dalam mencapai visi Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Keberhasilan ajakan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di kancah investasi global dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Exit mobile version