
IHSG hari ini, Kamis (27/2/2025), mengalami penurunan yang signifikan dengan anjlok 1,48% ke level 6.508,39. Sejak dibuka pada pagi hari, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tekanan yang cukup berat, yang tercermin dari catatan bahwa hingga pukul 11.30 WIB, hanya 213 saham yang mengalami kenaikan, sementara 328 saham mengalami penurunan, dan 165 saham lainnya tidak bergerak.
Dalam sesi pertama perdagangan, nilai transaksi mencapai Rp5,36 triliun dengan melibatkan 8,23 miliar saham dalam 576 ribu kali transaksi. Penurunan tertinggi berasal dari beberapa saham besar, di mana BRI (BBRI) memberikan kontribusi negatif sebesar 26,13 poin terhadap IHSG. Selain itu, Bank Mandiri (BMRI) juga menambah beban indeks dengan kontribusi -16,99 poin, disusul oleh Telekomunikasi Indonesia (TLKM) yang menyusut -9,26 poin.
Analisis menunjukkan bahwa IHSG tertekan oleh aksi jual dari investor asing yang terus berlangsung dalam tiga hari terakhir. Data menunjukkan bahwa investor asing mencatatkan net sell Rp3,47 triliun pada Senin (24/2), Rp1,6 triliun pada Selasa (25/2), dan Rp323,56 miliar pada Rabu kemarin. Tekanan jual ini mengindikasikan adanya kekhawatiran yang mendalam terhadap kondisi pasar Indonesia, yang menyebabkan IHSG bergerak volatile.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka pada posisi datar di level 6.606, namun setelahnya sempat naik ke level 6.662 sebelum kemudian mengalami penurunan yang lebih signifikan. Volume perdagangan pada sesi ini tercatat mencapai 9,5 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 676.271 kali, dengan total nilai transaksi mencapai Rp6,4 triliun.
Di sisi sektoral, mayoritas sektor mengalami penurunan, dengan sektor keuangan menjadi yang paling terpukul, mencatatkan penurunan sebesar 2,04%. Sektor teknologi dan kesehatan juga tidak luput dari tren penurunan, masing-masing mengalami pengurangan sebesar 1,86% dan 1,73%. Hanya satu sektor, yaitu sektor transportasi, yang mampu mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,31%, menjadikannya satu-satunya sektor yang berada dalam jalur positif.
Melihat tren yang berkembang, Financial Expert dari Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, memperkirakan bahwa kondisi ini akan terus berlanjut sepanjang hari. Ia menyebutkan bahwa IHSG diprediksi akan bergerak rebound dalam rentang 6.560 hingga 6.700.
Meskipun demikian, pergerakan IHSG kali ini mengikuti tren negatif yang juga terjadi di bursa saham regional Asia. Pada pagi hari, indeks Nikkei di Jepang menguat 376,61 poin atau 0,97% ke level 38.400,34. Namun, indeks Shanghai di Tiongkok melemah 15,67 poin atau 0,46%, sementara indeks Kuala Lumpur dan Straits Times masing-masing mengalami penurunan sebesar 14,16% dan 0,02%.
Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG, investor dihadapkan pada tantangan untuk dapat melakukan analisis yang tepat. Mengingat ketidakpastian yang ada, reaksi pasar di sisa hari ini akan menjadi perhatian penting bagi para pelaku pasar dan analis di pasar modal Indonesia.