Bisnis

IHSG Hari Ini 27 Februari 2025 Melemah, Terpengaruh Tren Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Kamis, 27 Februari 2025, dibuka dengan pelemahan yang cukup signifikan, turun sebesar 41,36 poin atau setara dengan 0,63% menuju level 6.564,82. Penurunan ini juga mengikut tren yang terlihat di mayoritas bursa saham di kawasan Asia. Begitu pula, Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan mengalami penurunan sebesar 6,26 poin atau 0,84% ke posisi 741,19.

Sebagai analisis dari kondisi pasar saat ini, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, mengungkapkan bahwa IHSG diprediksi akan terus berada dalam kondisi melemah sepanjang hari. Menurutnya, pergerakan IHSG akan berada dalam rentang antara 6.560 hingga 6.700. “IHSG hari ini diprediksi bergerak rebound dalam rentang tersebut,” ujarnya di Jakarta pada hari yang sama.

Pelemahan IHSG ini tidak lepas dari kondisi pasar saham global dan domestik. Dari dalam negeri, meskipun ada aksi korporasi yang positif dan perkembangan dalam infrastruktur teknologi, seperti artificial intelligence (AI), sentimen pasar tetap dipengaruhi oleh faktor eksternal. Salah satu berita positif datang dari Ketua Satuan Tugas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, yang mengumumkan bahwa program pembangunan tiga juta rumah akan dimulai pada April 2025. Qatar akan berperan sebagai investor utama dalam proyek pembangunan satu juta unit apartemen.

Berita solid lainnya adalah peresmian Bank Emas oleh Presiden Prabowo, yang bertujuan untuk memperkuat ekosistem industri emas nasional dan mendukung program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah. Izin untuk bank tersebut diberikan kepada BRIS dan Pegadaian, dan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap stabilitas ekonomi domestik.

Dari sisi internasional, perhatian pasar saat ini tertuju pada rilis data pertumbuhan ekonomi (PDB) Amerika Serikat dan indeks pengeluaran konsumen (PCE). Data ini diprakirakan akan berdampak pada sentimen investor di seluruh dunia. Meskipun demikian, indeks utama Wall Street menunjukkan pergerakan yang terbatas, meski saham Nvidia (NVDA) mencatat rebound setelah laporan keuangan yang melampaui ekspektasi.

Dari pengamatan lebih mendalam terhadap bursa saham regional Asia pada hari ini, tercatat bahwa beberapa indeks menunjukkan arah yang beragam. Misalnya, indeks Nikkei Jepang mengalami penguatan signifikan, naik 376,61 poin atau 0,97% ke angka 38.400,34. Sementara itu, bursa saham lainnya seperti Shanghai, Kuala Lumpur, dan Straits Times mengalami penurunan. Indeks Shanghai melemah 15,67 poin atau 0,46% ke posisi 3.357,80. Indeks Kuala Lumpur juga menunjukkan penurunan, terjatuh 4,35 poin atau 0,28% ke posisi 1.570,02, sekaligus indeks Straits Times yang mengalami penurunan minimal, jatuh sebesar 0,20 poin atau 0,02% ke level 3.927,64.

Dengan kondisi pasar yang beragam ini, investor harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Penurunan IHSG hari ini seharusnya tidak menjadi tanda panik, namun sebagai momen untuk beradaptasi dengan dinamika pasar yang sedang berlangsung. Melihat ke depan, penting bagi para investor untuk tetap mengikuti perkembangan berita global dan domestik, yang dapat berpengaruh positif maupun negatif terhadap pergerakan IHSG.

Rina Lestari adalah seorang penulis di situs Media Massa Podme. Podme.id adalah portal berita informasi dan aplikasi podcast gaya hidup dan hiburan terdepan di Indonesia.

Berita Terkait

Back to top button