Bisnis

Industri Kerajinan Lokal Butuh Dukungan Banyak Pihak untuk Bersinar

Industri kerajinan lokal, yang menjadi salah satu cerminan kearifan budaya bangsa, membutuhkan dukungan komprehensif dari berbagai pihak agar semakin bersinar di pasar domestik maupun internasional. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, saat pertemuan dengan panitia Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIF-BW) 2025 di Jakarta pada 26 Februari 2025. Ia menegaskan bahwa pengembangan kearifan lokal tidak dapat berjalan sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan.

"Berbagai upaya agar kearifan lokal yang kita miliki dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan harus dilakukan, tentunya melalui dukungan semua pihak yang terkait," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya. Memang, tanpa adanya dukungan yang solid dari pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, industri kerajinan lokal akan kesulitan untuk bersaing dan berkembang.

Promosi dan kolaborasi menjadi dua aspek penting yang ditekankan oleh Lestari. Melalui berbagai saluran promosi, seperti media massa, pameran, dan publikasi buku, produk-produk kerajinan lokal dapat dikenal lebih luas. Ia juga menyoroti ajang JIF-BW 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada 9-23 Maret 2025, sebagai kesempatan emas untuk memperkenalkan ukiran khas Jepara ke mata dunia.

  • Pentingnya Promosi Produk Kearifan Lokal:
    1. Media Massa: Memanfaatkan media untuk menyebarluaskan informasi terkait produk kerajinan lokal.
    2. Pameran: Mengadakan pameran sebagai platform untuk memasarkan dan memperkenalkan produk.
    3. Publikasi Buku: Mengedukasi masyarakat tentang nilai dan teknik pembuatan kerajinan lokal.

Lestari, yang akrab disapa Rerie, berharap bahwa ajang JIF-BW 2025 dapat menarik perhatian para pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan yang lebih besar terhadap produk-produk lokal. Dalam pandangannya, partisipasi aktif berbagai institusi, termasuk pemerintah dan swasta, sangat diperlukan untuk memperkuat jejaring dan pengembangan industri kerajinan ini.

Lebih lanjut, Rerie juga mendorong agar pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah dapat secara konsisten memperkuat jejaring pengembangan produk kearifan lokal. Dengan kerjasama yang kuat, tidak hanya produk kerajinan lokal yang akan mendapat manfaat, tetapi juga masyarakat luas. Melalui peningkatan kesejahteraan, industri kerajinan lokal bisa berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak dan mendukung perekonomian masyarakat.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga mengungkapkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku industri dalam melestarikan kearifan lokal. "Kita harus bersama-sama menjaga dan mempromosikan produk kearifan lokal sebagai identitas bangsa. Ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga soal menjaga warisan budaya," ungkapnya. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk kerajinan lokal di arena global.

Dalam konteks yang lebih luas, dukungan dari masyarakat juga sangat dibutuhkan. Gerakan untuk lebih mencintai dan menggunakan produk lokal harus diperkuat agar para pengrajin merasa didukung dan termotivasi untuk berkarya lebih baik lagi. Selain itu, kolaborasi antar komunitas pengrajin juga bisa memperkuat inovasi dan kualitas produk yang dihasilkan.

Dalam era globalisasi ini, tantangan bagi industri kerajinan lokal semakin besar. Persaingan dengan produk luar negeri dan kebutuhan akan inovasi yang berkelanjutan adalah hal yang tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu, penting bagi setiap pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, untuk bekerja sama dalam mendorong industri kerajinan lokal agar semakin maju dan dikenal di kancah internasional. Upaya bersama ini tidak hanya akan menumbuhkan perekonomian tetapi juga menjaga kearifan lokal untuk generasi mendatang.

Rina Lestari adalah seorang penulis di situs Media Massa Podme. Podme.id adalah portal berita informasi dan aplikasi podcast gaya hidup dan hiburan terdepan di Indonesia.

Berita Terkait

Back to top button