
Korea Aerospace Industries Ltd (KAI) dan PT Prima Duta Sejati (PDS) baru saja menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk pelatihan dan penempatan tenaga kerja ahli di bidang dirgantara. Kesepakatan ini diharapkan akan memperkuat kerja sama pertahanan antara Korea Selatan dan Indonesia, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi tenaga kerja Indonesia di sektor industri penerbangan yang berkembang pesat.
Acara penandatanganan MoU tersebut berlangsung pada Jumat, 28 Februari 2025, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Di antaranya adalah Sekjen Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Irjen Pol Dwiyono, Menteri Perdagangan periode 2016-2019 Enggartiasto Lukita yang juga menjabat sebagai Chief Executive B-Universe, Acting Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia Yang Mulia Park Soo-Deok, serta Direktur Team Kerja Sama KAI di Korea Selatan, Mr. Lee Young-Gi.
Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol Dwiyono menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut. “Inisiatif ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan keterampilan dan perlindungan pekerja migran Indonesia,” ujarnya. Ia berharap, kerja sama ini tidak hanya memberikan akses pekerjaan bagi tenaga migran, tetapi juga memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan untuk mendukung pembangunan industri dirgantara di Indonesia.
Penandatanganan MoU ini menandai tonggak sejarah bagi penempatan tenaga ahli Indonesia di perusahaan KAI. Direktur PT PDS, Maxixe Mantofa, menjelaskan bahwa meskipun jumlah pekerja yang akan dikirimkan masih terbatas pada tahap awal, diharapkan jumlah tersebut akan meningkat seiring berjalannya waktu dan semakin meningkatnya kepercayaan pihak Korea terhadap kualitas tenaga kerja Indonesia. “Awalnya mereka akan mencoba dengan jumlah kecil, tetapi jika kualitas tenaga kerja Indonesia terbukti, maka jumlahnya akan meningkat,” jelas Maxixe.
Dia juga menyoroti pentingnya dukungan dari seluruh pihak dalam memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kerja Indonesia. “Di negara-negara maju, populasi mulai menua, sehingga banyak sektor membutuhkan tenaga kerja asing. Jika tenaga lokal tidak mencukupi, maka mereka akan mengambil pekerja migran dari negara lain,” ungkapnya, menegaskan potensi besar yang ada bagi tenaga kerja Indonesia di pasar internasional.
Sebagai bagian dari kerja sama ini, PT PDS juga akan menyelenggarakan pelatihan tenaga ahli di bidang manufaktur suku cadang pesawat terbang yang dijadwalkan diperkenalkan pada Mei 2024. Selain itu, KAI berencana untuk bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dalam mendirikan pusat pelatihan khusus di Indonesia. Ini merupakan langkah penting dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia di sektor dirgantara.
Direktur Kerja Sama KAI, Lee Young-Gi, menekankan pentingnya memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dalam kerja sama ini. “Dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya manusia dan infrastruktur penerbangan yang ada di Indonesia, kami akan melatih tenaga kerja dengan keterampilan tinggi untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja di antara subkontraktor kami serta memperkuat industri dirgantara domestik,” ungkapnya.
Melalui kerja sama yang berkelanjutan dengan KAI, PT PDS berharap dapat melatih tenaga kerja terampil yang memenuhi kualifikasi dan dapat berkontribusi kepada perkembangan industri dirgantara baik di Korea Selatan maupun Indonesia. Dengan harapan, tenaga kerja Indonesia yang terlatih dapat bersaing secara global, serta membawa ilmu dan pengalaman yang diperoleh untuk mendukung pengembangan sektor dirgantara di tanah air.
Kerja sama ini bukan hanya memberikan manfaat bagi pekerja migran, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri dirgantara di Indonesia secara keseluruhan. Selain memberikan akses kerja, kesempatan ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi peningkatan kemampuan dan inovasi di sektor penerbangan di masa yang akan datang.