Indonesia

KM Armawati Mati Mesin di Mawasangka Timur, Penumpang Selamat!

KM Armawati mengalami insiden mati mesin di perairan Mawasangka Timur pada Kamis, 27 Februari 2023. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari menerima laporan mengenai situasi darurat ini sekitar pukul 12.32 WITA dari H. Hadi, salah satu penumpang kapal yang berlayar dari Talaga menuju Baubau.

Setelah menerima informasi tersebut, Basarnas dengan cepat menanggapi laporan itu. Pada pukul 12.55 WITA, Tim Rescue Pos SAR Baubau segera diberangkatkan menggunakan Rescue Boat (RB) 210. Lokasi kejadian berjarak sekitar 9,84 mil laut dari pangkalan Basarnas di Baubau. Tim SAR tiba di tempat kejadian dan melakukan pengawasan terhadap KM Armawati yang tengah terombang-ambing di laut.

"Sekitar pukul 13.50 WITA, kami berhasil menemukan kapal tersebut tidak jauh dari lokasi terakhir yang dilaporkan. Kami kemudian mengawal proses penarikan kapal bersama KM Fingki menuju Pelabuhan Jembatan Batu, Kota Baubau," jelas Amiruddin A.S., Kepala KPP Kendari. Beliau menekankan pentingnya keselamatan dan respons cepat dalam situasi darurat semacam ini.

Dalam insiden ini, terdapat total 104 penumpang di atas kapal. Mereka semua berhasil dievakuasi dan selamat tanpa ada yang mengalami cedera. Sekitar pukul 15.48 WITA, kapal yang membawa seluruh penumpang tiba di Pelabuhan Jembatan Batu dengan selamat. Proses pendataan penumpang dilakukan setelah kedatangan, dan operasi SAR dinyatakan selesai.

Berikut adalah rangkuman kronologi kejadian:

  1. Waktu Kejadian: KM Armawati mengalami mati mesin pada pukul 10.15 WITA.
  2. Laporan Diterima: Basarnas menerima laporan darurat pada pukul 12.32 WITA.
  3. Pengiriman Tim SAR: Tim rescue diberangkatkan pada pukul 12.55 WITA.
  4. Tim SAR Tiba: Tim SAR menemukan KM Armawati pada pukul 13.50 WITA.
  5. Evakuasi Berhasil: Seluruh penumpang berhasil dievakuasi pada pukul 15.48 WITA.

Amiruddin menegaskan pentingnya menjaga kesiapan teknis kapal sebelum berlayar, terutama dalam kondisi cuaca yang dapat berubah-ubah. "Kami mengimbau kepada seluruh pemilik dan operator kapal untuk melakukan pengecekan mesin sebelum berangkat. Keselamatan adalah prioritas utama," tegasnya.

Operasi penyelamatan ini berlangsung di tengah cuaca hujan ringan, menunjukkan bahwa tim Basarnas mampu menjalankan misi dengan baik meskipun menghadapi tantangan cuaca. Hal ini juga mencerminkan kesiapsiagaan tim dalam menangani berbagai situasi darurat yang mungkin terjadi di perairan.

Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak yang terlibat dalam transportasi laut, mengingat pentingnya keselamatan penumpang dan awak kapal. Situasi seperti ini hendaknya memotivasi semua pemangku kepentingan untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam operasional kapal. Penggunaan teknologi dan sistem komunikasi yang baik juga dapat meningkatkan respon cepat dalam situasi darurat, seperti yang telah dilakukan oleh tim SAR dalam insiden KM Armawati ini.

Dengan berakhirnya operasi evakuasi dan seluruh penumpang dinyatakan selamat, kini perhatian kembali tertuju pada perlunya peningkatan prosedur keselamatan dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keselamatan saat berlayar.

Siti Aisyah adalah seorang penulis di situs Media Massa Podme. Podme.id adalah portal berita informasi dan aplikasi podcast gaya hidup dan hiburan terdepan di Indonesia.

Berita Terkait

Back to top button