Maskapai Jepang ANA Siapkan Rp219 Triliun untuk Beli 77 Pesawat

Maskapai penerbangan All Nippon Airways (ANA) merencanakan investasi besar senilai 2,1 triliun yen, atau sekitar Rp219 triliun, untuk membeli 77 pesawat baru dari raksasa produsen pesawat Boeing, Airbus, dan Embraer. Pengumuman ini disampaikan pada Rabu, 26 Februari 2025, dan menyoroti strategi ANA dalam mengantisipasi peningkatan permintaan perjalanan udara di masa mendatang.

CEO dan Presiden ANA, Koji Shibata, mengungkapkan bahwa pembelian ini diharapkan menjadi katalisator yang signifikan untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan. “Kami akan sepenuhnya memanfaatkan peluang ini untuk menjadi maskapai penerbangan terkemuka di industri dengan pertumbuhan berkelanjutan,” kata Shibata.

Dalam detail rencana pembelian tersebut, ANA akan memperoleh 18 pesawat berbadan lebar Boeing 787-9, yang akan digunakan untuk melayani rute internasional, serta 12 unit Boeing 737-8. Penggunaan armada 787-9 sangat strategis, mengingat permintaan yang diperkirakan akan tumbuh kuat dari kawasan Asia dan Amerika Utara.

Selain pesawat Boeing, ANA juga merencanakan untuk membeli 27 pesawat dari Airbus. Beberapa unit dari pembelian ini akan dioperasikan oleh Peach, maskapai penerbangan berbiaya rendah yang dimiliki oleh ANA. Hal ini menunjukkan upaya ANA untuk memperluas jangkauannya di sektor penerbangan domestik dan internasional, serta meningkatkan daya saing di pasar yang kian ketat.

Tidak hanya itu, ANA juga akan memesan 20 pesawat Embraer E190-E2 yang memiliki kapasitas 100 kursi untuk rute domestik. Pembelian ini menandai langkah pertama bagi ANA dalam bermitra dengan produsen pesawat asal Brasil tersebut, yang diharapkan dapat memberikan fleksibilitas pada layanan penerbangan domestik mereka.

Secara keseluruhan, dengan pembelian ini ANA bertujuan untuk meningkatkan jumlah armada menjadi sekitar 320 pesawat pada tahun keuangan 2030. Diperkirakan lebih dari separuh armada tersebut akan berupa pesawat seri Boeing 787, menegaskan komitmen maskapai untuk berinvestasi dalam teknologi penerbangan terkini guna memenuhi ekspektasi penumpang yang terus berkembang.

Boeing, sebagai salah satu mitra utama dalam pembelian ini, menyatakan komitmennya untuk bekerja sama erat dengan ANA dalam menyelesaikan perjanjian ini. Upaya ini tidak hanya akan memberikan manfaat bagi ANA, tetapi diharapkan juga akan berdampak positif pada industri penerbangan secara keseluruhan.

Dalam konteks dunia penerbangan yang terus berubah, langkah ANA ini mencerminkan kepercayaan mereka terhadap pemulihan industri setelah dampak signifikan dari pandemi COVID-19. Manajemen ANA yakin bahwa dengan menambah armada yang modern dan efisien, mereka dapat menangkap momentum pertumbuhan yang kuat di pasar penerbangan, terutama saat perjalanan udara diperkirakan akan meningkat tajam.

Data menunjukkan bahwa industri penerbangan domestik dan internasional sedang dalam fase pemulihan. Permintaan penumpang yang meningkat menjadi indikator penting dalam strategi pertumbuhan ANA. Dengan langkah berani ini, ANA siap bersaing lebih ketat di segmen penerbangan, menawarkan lebih banyak pilihan kepada pelanggan sambil tetap berkomitmen untuk meningkatkan pengalaman penerbangan.

Dengan investasi sebesar ini, ANA diharapkan tidak hanya akan memperkuat posisinya sebagai pemimpin di pasar Jepang tetapi juga meningkatkan daya saing globalnya. Pembelian ini akan memastikan bahwa ANA tetap relevan dan responsif terhadap kebutuhan pasar yang terus berubah, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jepang melalui industri penerbangan.

Exit mobile version