Bisnis

Operasi Pasar Murah: Kunci Stabilkan Harga Bahan Pokok

Menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 2025, pemerintah melalui PT Berdikari, sebagai bagian dari BUMN Pangan, meluncurkan Operasi Pasar Murah (OPM) untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di seluruh Indonesia. Inisiatif ini merupakan langkah nyata dalam menjalankan amanah penugasan negara untuk memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaan OPM, PT Berdikari berkolaborasi dengan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta beberapa lembaga terkait lainnya. Sinergi ini dilakukan untuk memastikan bahwa harga bahan pokok tetap di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sehingga masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Beberapa komoditas yang ditawarkan dalam operasi ini, di antaranya daging kerbau beku yang dijual seharga Rp75.000 per kilogram, lebih rendah dari HET senilai Rp80.000 per kilogram. Selain daging kerbau, berbagai produk pangan lainnya juga disediakan dengan harga yang kompetitif untuk membantu meringankan beban masyarakat. Langkah ini bukan hanya sebagai pendekatan komersial, melainkan juga sebagai upaya memastikan ketersediaan stok pangan di pasar.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional Indonesia tetap terjaga meskipun negara lain menghadapi krisis pangan. Ia menyatakan, “Kita patut bersyukur karena kita telah mempersiapkan diri dan bergerak cepat. Di saat negara lain mengalami krisis pangan, kita punya cadangan beras yang kuat.” Pernyataan ini mencerminkan keyakinan pemerintah bahwa cadangan pangan nasional cukup memadai untuk menghadapi permintaan yang meningkat menjelang Ramadan.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menambahkan bahwa OPM ini dilaksanakan secara serentak di 514 kabupaten/kota di 38 provinsi, menunjukkan komitmen dan kesiapan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan di berbagai daerah. “Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk peternak layer nasional, RNI, Bulog, Berdikari, dan PPI yang telah menyiapkan semua ini,” ungkapnya.

PT Berdikari juga menggarisbawahi komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Sekretaris Perusahaan PT Berdikari, AS Hasbi Al-Islahi, mengatakan bahwa pihaknya selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau. “Kami terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan operasi pasar ini berjalan dengan optimal dan tepat sasaran,” ucapnya.

Dalam rangka memperluas cakupan OPM, pemerintah juga menggandeng PT POS INDONESIA serta memanfaatkan jaringan BUMN Pangan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian di berbagai daerah. OPM yang berlangsung mulai 24 Februari hingga 28 Maret 2025 ini mencakup 215 lokasi di Pulau Jawa dan 110 di luar Pulau Jawa, dengan target ekspansi mencapai 4.500 gerai.

Dengan upaya ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat secara langsung dari keberadaan OPM. Program ini bukan hanya sekadar menjaga stabilitas harga, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dengan melibatkan petani dan pengusaha komoditas dalam rantai pasoknya. Hal ini diharapkan mampu menciptakan keadilan dalam akses produk pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Seiring dengan diselenggarakannya OPM, pemerintah berharap dapat meminimalkan potensi lonjakan harga menjelang Ramadan yang seringkali menjadi masalah di pasar. Melalui berbagai inisiatif ini, diharapkan ketahanan pangan nasional Indonesia tidak hanya terjaga, tetapi juga ketersediaan pangan dapat dinikmati dengan harga yang lebih terjangkau.

Rina Lestari adalah seorang penulis di situs Media Massa Podme. Podme.id adalah portal berita informasi dan aplikasi podcast gaya hidup dan hiburan terdepan di Indonesia.

Berita Terkait

Back to top button