
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menjadi sorotan publik setelah memberikan respons penuh senyum saat ditanya mengenai komunikasi dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Momen tersebut terjadi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/2/2025), di mana Hasto enggan mengungkapkan detil komunikasi yang berlangsung antara dirinya dan Megawati.
“Ya kita sudah punya sahabat-sahabat seperjuangan di dalam. Pokoknya hidup menjadi makin sempurna,” ujar Hasto dengan nada optimis, yang membuat banyak pihak mempertanyakan makna dari ucapannya dalam konteks situasi politik saat ini.
Kehadiran Hasto di KPK sendiri bukan tanpa sebab. Sebelumnya, KPK telah menetapkan Hasto sebagai tersangka dalam perkara yang melibatkan dugaan suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI. Penetapan tersangka ini menambah catatan kelam dalam karir politiknya, terutama setelah menjalani pemeriksaan selama lebih dari delapan jam pada Kamis (20/2/2025).
Menurut Ketua KPK, Setyo Budiyanto, penahanan terhadap Hasto dilakukan untuk kepentingan penyidikan dan dijadwalkan berlangsung selama 20 hari, hingga 11 Maret 2025. Hal ini menimbulkan persepsi publik mengenai hubungan Hasto dengan Megawati dalam konteks dukungan politik di tengah masalah hukum yang dihadapinya.
KPK menemukan bukti keterlibatan Hasto dalam kasus suap, yang melibatkan eks calon legislator Harun Masiku. Hasto diketahui berperan dalam memberikan suap kepada Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang sedang bertugas periode 2017-2022. Kasus ini setidaknya menimbulkan beberapa dampak berantai yang memengaruhi reputasi PDIP secara keseluruhan.
Berikut adalah beberapa poin penting terkait kasus Hasto Kristiyanto:
Penetapan Tersangka: Hasto Kristiyanto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap PAW anggota DPR yang sebelumnya menyeret Harun Masiku.
Komunikasi dengan Megawati: Meskipun Hasto tidak memberikan penjelasan detail tentang komunikasi dengan Megawati, responsnya yang tersenyum menyiratkan adanya hubungan yang tetap terjalin.
Lama Pemeriksaan: Hasto menjalani pemeriksaan di KPK selama lebih dari delapan jam sebelum akhirnya ditahan, menunjukkan bahwa penyidikan yang dilakukan sangat serius.
Dampak Terhadap PDIP: Kasus hukum yang menimpa Hasto pastinya menjadi sorotan untuk PDIP, memperngaruhi citra partai di hadapan publik.
- Perintah Menghilangkan Bukti: Terdapat dugaan Hasto memerintahkan stafnya untuk merendam ponsel dan menghilangkan bukti saat KPK menggelar operasi tangkap tangan.
Dalam banyak kesempatan, publik menunjukkan minat tinggi pada interaksi di antara Hasto dan Megawati, mengingat pengaruh besar Megawati dalam politik Indonesia. Walaupun Hasto terlihat percaya diri dengan ucapannya, situasi hukum yang tengah dihadapinya tetap menjadi isu yang sangat penting.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengedepankan pentingnya penyidikan menyeluruh dan tidak akan terpengaruh oleh posisi atau jabatan tertentu dalam partai politik. Hal ini menunjukkan komitmen KPK untuk menegakkan hukum secara adil, tanpa pandang bulu.
Dengan penerapan hukum yang ketat dan respons dari tokoh politik seperti Hasto, masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menilai integritas para pemimpin mereka. Ini menjadi tantangan bagi partai politik untuk menjaga citra dan kepercayaan publik di tengah berbagai scandal yang muncul.