
Transformasi keamanan siber di Indonesia kini memasuki fase baru melalui integrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Seiring dengan perkembangan teknologi, serangan siber semakin canggih dan kompleks, mendorong perlunya pendekatan inovatif dalam keamanan digital. Salah satu langkah utama yang diambil adalah pengenalan Precision AI oleh Palo Alto Networks, yang bertujuan untuk meningkatkan deteksi, pencegahan, dan respons terhadap ancaman siber.
Menurut data terbaru, dengan meningkatnya adopsi teknologi cloud dan digitalisasi, perusahaan di Indonesia kini menghadapi tantangan yang lebih besar dalam hal keamanan siber. Waktu yang dibutuhkan untuk membangun serangan ransomware kini hanya 15 menit, jauh lebih cepat dibandingkan 12 jam yang dibutuhkan pada tahun 2021-2022. Bahkan, eksfiltrasi data yang dulunya bisa memakan waktu hingga sembilan hari, kini dapat terjadi dalam satu hari saja. Waktu eksploitasi kerentanan juga berkurang drastis, dari sembilan minggu menjadi kurang dari satu jam. Data ini menunjukkan urgensi untuk beradaptasi dengan lanskap ancaman yang terus berubah.
Precision AI hadir sebagai solusi, dirancang dengan tiga pilar utama: keamanan jaringan tanpa kepercayaan, operasi keamanan berbasis AI, dan keamanan cloud yang menyeluruh. Sistem ini mengintegrasikan berbagai teknologi canggih, termasuk machine learning, deep learning, dan AI generatif, untuk mengotomatiskan proses deteksi dan respons terhadap ancaman. Inovasi ini bertujuan untuk mengurangi waktu deteksi dan pemulihan, yang selama ini menjadi faktor krusial dalam menangani serangan siber.
BJ Jenkins, Presiden Palo Alto Networks, menjelaskan bahwa meskipun AI menawarkan inovasi besar, ia juga memperluas permukaan serangan yang dapat dimanfaatkan oleh peretas. “Kami berbagi wawasan tentang bagaimana analisis real-time dan platform keamanan berbasis AI dapat meningkatkan ketahanan digital perusahaan,” tambahnya saat konferensi pers di Jakarta.
Dalam konteks Indonesia, Simon Buckeye, perwakilan Palo Alto Networks untuk Asia Pasifik dan Jepang, menyatakan bahwa pasar Indonesia sangat penting bagi perusahaan. “Kami meningkatkan investasi kami di Indonesia, termasuk dengan membangun kantor permanen pertama kami dan memastikan bahwa data Indonesia tetap berada di dalam negeri,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan komitmen Palo Alto Networks untuk memperkuat infrastruktur keamanan siber di Indonesia.
Keamanan data merupakan fokus utama inovasi Palo Alto Networks. Perusahaan ini berupaya memastikan bahwa data yang dikirim ke cloud Indonesia tetap dalam batas wilayah, dengan analisis telemetri keamanan yang dilakukan secara lokal. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepercayaan lebih kepada pengguna dan perusahaan di Indonesia.
Seiring dengan ancaman Shadow AI, di mana karyawan menggunakan aplikasi AI tanpa pengawasan, Palo Alto Networks memperkenalkan teknologi seperti Prisma Access Browser dan AI Security Posture Management. Solusi ini membantu perusahaan dalam mengontrol penggunaan AI di lingkungan kerja mereka, sehingga meningkatkan pengawasan terhadap data yang dapat diakses dan dibagikan.
Dengan semakin canggihnya serangan siber, pendekatan berbasis AI seperti Precision AI diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif untuk memperkuat ketahanan siber perusahaan dan organisasi di Indonesia. Transformasi ini bukan hanya sekadar respons terhadap ancaman yang ada, tetapi juga langkah proaktif untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan terlindungi. Keterlibatan industri dalam pengembangan teknologi keamanan canggih akan menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan keamanan siber di masa depan.