Konten kreator yang dikenal dengan nama Codeblu saat ini tengah menjadi sorotan publik setelah diduga terlibat dalam praktik pemerasan terhadap pengusaha kuliner. Akun Instagram @/ssc_politik mengungkap bahwa Codeblu meminta bayaran antara Rp350 juta hingga Rp600 juta dengan dalih sebagai konsultan bagi para pelaku bisnis makanan. Kabar ini langsung menciptakan kehebohan di kalangan netizen dan masyarakat umum.
Tentu saja isu ini semakin memanas ketika Codeblu juga mengeluarkan permintaan maaf atas penyebaran berita palsu yang melibatkan brand CT, yang banyak diasosiasikan dengan Clairmont Patisserie. Dalam pernyataannya yang diposting di Instagram, Codeblu mengungkapkan penyesalannya karena mengedarkan informasi yang didapat dari sumber yang tidak terpercaya. "Minta maaf kepada brand CT karena saya telah menyebarkan berita palsu yang mengakibatkan kerugian bagi pihak CT dan masyarakat Indonesia," ungkapnya.
Klaim yang membuat Codeblu terjerat dalam kontroversi ini merujuk pada tuduhan bahwa Clairmont Patisserie telah memberikan kue kadaluarsa kepada panti asuhan Pondok si Boncel di Jakarta Selatan. Namun, ketika pihak Clairmont Patisserie memberikan klarifikasi, terungkap bahwa masalah ini sebenarnya melibatkan R, seorang mantan karyawan vendor maintenance mereka. Hal ini menunjukkan bahwa Codeblu menyebarkan informasi tanpa konfirmasi lebih lanjut, yang akhirnya berujung pada kerugian nama baik bagi brand tersebut.
Permintaan maaf yang disampaikan oleh Codeblu dinilai tidak tulus oleh sejumlah warganet. Beberapa kritik muncul, termasuk dari seorang netizen bernama Titan Tyra yang menyebutkan, "Video permintaan maaf terburuk yang pernah ada," dan menanyakan mengapa Codeblu tidak melakukan penyelidikan yang lebih mendalam sebelum menyebarkan informasi yang dapat merusak reputasi sebuah usaha.
Di tengah kontroversi yang melibatkan nama dan reputasi Codeblu, perhatian publik juga tertuju pada latar belakang pendidikan kreator ini. Dalam sebuah kesempatan, Codeblu yang bernama asli William Anderson mengungkapkan bahwa ia adalah lulusan S2 di bidang Financial Engineering. Ia menegaskan, "Gua ambil master degree. Iya (S2), gue Financial Engineer." Menurut Investopedia, financial engineering adalah disiplin yang menggunakan berbagai teknik matematika untuk memecahkan masalah keuangan, sehingga mengharuskan penguasaan alat dan pengetahuan dari berbagai bidang.
Daftar ringkas mengenai skandal Codeblu dapat disimpulkan sebagai berikut:
- Tuduhan Pemerasan: Codeblu diduga meminta bayaran sangat tinggi kepada pengusaha kuliner untuk jasa konsultasi.
- Berita Palsu: Konten kreator ini meminta maaf kepada Clairmont Patisserie setelah mengedarkan informasi menyesatkan.
- Respons Warganet: Banyak pengguna media sosial yang mengkritik ketulusan permintaan maaf Codeblu.
- Latar Belakang Pendidikan: Codeblu adalah lulusan S2 di bidang Financial Engineering, menunjukkan bahwa ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat.
Kontroversi ini tidak hanya meningkatkan perhatian pada Codeblu sebagai seorang food reviewer, tetapi juga mengingatkan publik tentang pentingnya memverifikasi informasi sebelum disebarkan. Dalam era digital di mana informasi mudah tersebar, tanggung jawab seorang kreator konten menjadi semakin krusial. Profesionalisme dan integritas harus diutamakan agar tidak merugikan pihak lain, dan lebih penting lagi, demi menjaga kepercayaan publik terhadap dunia kuliner dan ulasan makanan.