Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh mencatat lonjakan laporan dari 2.277 warga negara Indonesia (WNI) yang meminta bantuan kepulangan ke Tanah Air. Tren penurunan laporan mulai terlihat pada 24 Januari 2026.
Periode 16 hingga 24 Januari 2026, KBRI Phnom Penh menerima 2.277 laporan dari WNI yang ingin kembali ke Indonesia. Lonjakan ini terjadi menyusul operasi besar-besaran Pemerintah Kamboja terhadap pusat penipuan daring (online scam) di berbagai wilayah.
Operasi Pemberantasan Scam Picu Lonjakan Laporan
“Lonjakan laporan kasus ini menyusul operasi besar-besaran Pemerintah Kamboja terhadap pusat penipuan daring (online scam) di berbagai wilayah,” tulis KBRI Phnom Penh dalam keterangan resminya di laman Kemlu, seperti dikutip pada Senin (26/1/2025).
Pada 24 Januari 2026, jumlah WNI yang melapor tercatat 122 orang. Angka ini menunjukkan tren penurunan dibandingkan tiga hari sebelumnya yang mencapai lebih dari 200 aduan per hari.
Meskipun demikian, KBRI Phnom Penh menyatakan akan terus memperkuat upaya penanganan laporan kasus. “Namun demikian, KBRI Phnom Penh tidak akan lengah, dan justru terus memperkuat upaya penanganan laporan kasus,” tulis KBRI.
Koordinasi dan Bantuan Intensif
Memasuki hari kesembilan sejak lonjakan kasus terjadi, KBRI Phnom Penh terus mengintensifkan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait di Indonesia, serta dengan otoritas Pemerintah Kamboja.
Pada Sabtu (24/1), tim perbantuan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI telah tiba di Phnom Penh. Tim ini bertugas membantu melakukan pendataan, asesmen kasus, dan penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang tidak memiliki dokumen perjalanan.
“Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat berbagai proses di lapangan,” demikian keterangan KBRI Phnom Penh.
Penampungan dan Pemantauan
Mayoritas WNI yang menunggu proses kepulangan saat ini tinggal secara mandiri di berbagai guest house di Phnom Penh. Keberadaan mereka terus dipantau oleh KBRI.
Bagi WNI yang memerlukan dukungan penampungan, KBRI telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kamboja untuk menyediakan fasilitas penampungan sementara. Fasilitas ini dilengkapi berbagai keperluan bagi WNI dan bertujuan menjaga kondisi mereka agar tetap aman.
Fasilitas yang terkonsentrasi diharapkan dapat mempercepat proses pendataan, asesmen kasus, dan pembuatan dokumen perjalanan.
Imbauan KBRI
KBRI Phnom Penh menegaskan akan terus berupaya maksimal agar seluruh WNI dapat pulang ke Tanah Air secara bertahap dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selama proses berlangsung, WNI diimbau untuk bersabar dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. “WNI juga diimbau untuk terus melakukan komunikasi dengan keluarga agar dapat diberikan dukungan bagi proses kepulangan,” imbuh KBRI.






