Gadget

Bukan Untung, Microsoft Justru Rugi Rp 9,8 T dari Anjloknya Penjualan Xbox

Advertisement

Microsoft melaporkan penurunan pendapatan signifikan sebesar 9% pada divisi Xbox dalam laporan keuangan kuartal kedua tahun fiskal 2026. Penurunan ini berkontribusi pada kerugian perusahaan yang diperkirakan mencapai sekitar Rp 9,8 triliun (sekitar 623 juta dolar AS) dari segmen gaming tersebut.

Penurunan pendapatan divisi gaming Microsoft ini utamanya disebabkan oleh anjloknya penjualan perangkat keras konsol Xbox. Berdasarkan laporan yang dirilis pada 29 Januari 2026, pendapatan dari penjualan perangkat keras Xbox mengalami penurunan drastis hingga 32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan Konten dan Layanan Turun

Selain perangkat keras, segmen konten dan layanan Xbox, yang mencakup layanan berlangganan seperti Xbox Game Pass, juga mengalami penurunan pendapatan sebesar 5%. CFO Microsoft, Amy Hood, menyatakan bahwa kinerja pendapatan konten dan layanan ini “di bawah ekspektasi” dan sangat dipengaruhi oleh performa konten first-party (produk eksklusif Microsoft) yang dinilai kurang memuaskan.

Konsol Xbox Series X
Konsol XBOX SERIES X. Foto: Microsoft

Meskipun demikian, Microsoft mencatat adanya pertumbuhan pada penggunaan PC dan jam streaming berbayar di Xbox. CEO Microsoft, Satya Nadella, berupaya memberikan pandangan optimis dengan menekankan komitmen perusahaan untuk menghadirkan game berkualitas di berbagai platform, termasuk PC dan cloud. Namun, penurunan pendapatan yang signifikan ini menimbulkan pertanyaan mengenai strategi jangka panjang Xbox di tengah persaingan industri gaming yang semakin ketat.

Faktor Pemicu Penurunan

Beberapa analis menduga kenaikan harga konsol Xbox yang telah dilakukan beberapa kali menjadi salah satu faktor utama penurunan penjualan perangkat keras. Harga Xbox Series X yang kini mencapai 599,99 dolar AS dan Xbox Series S varian 1 TB seharga 429,99 dolar AS dinilai memberatkan konsumen.

Advertisement

Selain itu, strategi Microsoft yang semakin gencar merilis game eksklusif di platform pesaing seperti PlayStation dan Nintendo Switch, serta fokus pada layanan cloud gaming, diduga turut mengikis daya tarik kepemilikan konsol Xbox secara langsung. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa ekosistem inti Xbox dapat terdevaluasi jika pemain tidak lagi melihat alasan kuat untuk memiliki konsol tersebut.

Proyeksi Kuartal Berikutnya

Menghadapi kuartal ketiga tahun fiskal 2026, Microsoft memperkirakan tren penurunan pendapatan akan terus berlanjut, baik untuk segmen konten dan layanan maupun perangkat keras Xbox. Perkiraan ini didasarkan pada perbandingan dengan kinerja kuat pada periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun pertumbuhan Xbox Game Pass diharapkan dapat sedikit menahan penurunan tersebut.

Secara keseluruhan, meskipun divisi cloud dan AI Microsoft mencatat pertumbuhan pendapatan yang impresif hingga 17%, kinerja Xbox yang negatif memberikan bayangan dalam laporan keuangan perusahaan. Penurunan ini menjadi sorotan penting bagi masa depan strategi Xbox dan industri gaming secara luas.

Advertisement