Selebriti

Doktif Penuhi Panggilan Polisi dengan Kursi Roda, Akui Stres Memikirkan Richard Lee

Advertisement

Dokter Detektif atau Doktif memenuhi panggilan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis (22/1/2026) terkait dugaan pencemaran nama baik atas laporan dokter Richard Lee. Ia tiba di lokasi dengan menggunakan kursi roda, menunjukkan kondisi fisik yang kurang fit.

Kondisi Fisik dan Sikap Kooperatif

Pantauan di lokasi, Doktif tiba sekitar pukul 18.45 WIB dalam kondisi lemas dan dibantu oleh asistennya. Meskipun mengaku sedang tidak sehat, pemilik nama asli Samira Farahnaz ini menekankan pentingnya bersikap kooperatif terhadap proses hukum. Doktif sendiri telah berstatus tersangka dalam kasus ini.

“Ya, sebelumnya maaf ya tadi kayaknya agak telat ya. Jadi mungkin hari ini tuh sehabis Doktif lakuin pemeriksaan kesehatan, ini kayaknya bagaimanapun juga kan Doktif sudah janji untuk kooperatif ya,” ujar Doktif saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan.

Ia mengungkapkan rasa lelah dan stres akibat aktivitas yang padat hingga dini hari. “Iya, jadi emang capek banget ya. Semalam tuh sampai jam dua, jadi Doktif tuh benar-benar capek banget dan emang stres banget. Jadi jujur Doktif stres banget. Stresnya bukan karena kasusnya Doktif ya, tapi lebih kepada memikirkan teman sejawat Doktif,” terangnya.

Empati Terhadap Richard Lee

Doktif mengaku ikut merasakan beban batin yang dialami Richard Lee, yang terancam hukuman berat. “Ya bagaimanapun kan DRL kan teman sejawat ya. Dia dihadapi dengan ancaman 12 tahun itu kan ancaman yang bukan hal yang mudah gitu. Jadi Doktif benar-benar memikirkan, kok gimana ya perasaannya Doktif itu kok bisa membuat orang bisa jadi masuk penjara? Jadi stresnya Doktif tuh di situ,” jelasnya.

Advertisement

Kehadiran Doktif ini seolah menjadi sindiran halus bagi Richard Lee yang sebelumnya absen dengan alasan kesehatan. Doktif ingin menunjukkan bahwa status tersangka tidak seharusnya menghalangi seseorang untuk memenuhi panggilan polisi, selama masih memungkinkan untuk hadir.

“Apapun kondisinya Doktif tetap datang, seperti itu. Kita tunjukkan ketaatan hukum kita ya,” pungkasnya.

Awal Perseteruan dan Status Tersangka Ganda

Perseteruan antara Doktif dan Richard Lee bermula dari konten-konten Doktif di media sosial yang melakukan uji laboratorium mandiri terhadap berbagai produk skincare, termasuk produk milik Richard Lee. Doktif menuding adanya ketidaksesuaian kandungan (overclaim) dan masalah sterilitas pada beberapa produk tersebut.

Akibat aksi saling sindir ini, keduanya kini sama-sama berstatus tersangka, namun dalam perkara yang berbeda. Doktif ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pencemaran nama baik melalui UU ITE berdasarkan laporan Richard Lee. Sementara itu, Richard Lee juga ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran UU Perlindungan Konsumen dan UU Kesehatan terkait produk kecantikannya berdasarkan laporan dari Doktif.

Advertisement