Setelah hampir empat dekade dalam penantian, jalan impian warga Desa Sungai Sapah, Sambas, akhirnya diresmikan. Akses yang sebelumnya rusak parah kini berubah menjadi jalan layak berkat Program Inpres Jalan Daerah (IJD) dari pemerintah pusat. Peresmian ini disambut haru oleh Kepala Desa Sungai Sapah, Yuwono.
Perjuangan Panjang Menuju Akses Layak
Yuwono menceritakan bahwa realisasi pembangunan jalan Sungai Sapah-Sepadak baru terwujud setelah 37-38 tahun. Ia mengenang betapa sulitnya kondisi jalan tersebut di masa lalu. “Dulu saya ke kantor camat perlu waktu satu jam, sekarang 10 menit sudah sampai,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (25/01/2026).
Kondisi jalan yang rusak parah kerap menyulitkan aktivitas sehari-hari warga. Anak-anak sekolah sering terlambat bahkan tidak bisa masuk kelas karena kondisi jalan. Warga yang hendak ke rumah sakit pun harus berjuang melewati jalan berlumpur dan rusak. “Saya sering bertemu anak sekolah di jalan. Karena sudah jam delapan, anak-anak tidak bisa masuk. Ada yang mau ke rumah sakit, sampai balik lagi. Saya sedih,” tuturnya.
Kini, perubahan nyata dirasakan masyarakat. Hasil pertanian yang dulu harus dibawa jauh ke pasar, kini para pedagang justru datang langsung ke kampung. “Dulu sampai ada masyarakat bilang, ‘Pak Kades, pajak jangan dibayar karena jalan kita seperti ini.’ Tapi sekarang, alhamdulillah, pedagang sudah masuk ke kampung,” katanya.
Harapan Baru dan Komitmen Pemerintah
Meskipun bersyukur, Yuwono masih menyimpan harapan untuk penyelesaian sisa jalan sepanjang sekitar 1,4 kilometer. Ia memohon dukungan Presiden Prabowo Subianto, Menko AHY, Bupati Sambas, Stafsus Herzaky, dan Kepala BPJN agar pembangunan tersebut dapat dituntaskan.
Staf Khusus Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan bahwa pembangunan jalan ini merupakan respons cepat pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terhadap aspirasi masyarakat daerah. “Di satu tahun usia pemerintahan ini, kami berkomitmen untuk terus bekerja secara responsif. Pembangunan infrastruktur seperti ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan pembangunan hingga ke pelosok negeri,” katanya.
Herzaky menambahkan bahwa perubahan di Kecamatan Subah ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo untuk mendorong konektivitas yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menyampaikan salam dari Menko Infrastruktur, AHY, dan Menteri PU kepada masyarakat Sambas, serta memastikan bahwa pembangunan ini bukan yang terakhir. “Insyaallah akan ada pembangunan lanjutan. Termasuk sisa 1,4 kilometer, kita akan upayakan dan perjuangkan di era Presiden Prabowo dan di era Bupati Sambas saat ini,” pungkas Herzaky.
Bukti Kehadiran Negara dan Peningkatan Kesejahteraan
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat, Chandra Syah Parmance, menjelaskan bahwa rampungnya jalan ini merupakan bukti kehadiran negara dalam memperkuat konektivitas dan mendorong kesejahteraan masyarakat Sambas. Proyek ini merupakan paket Inpres Jalan Daerah di era Presiden Prabowo, tepatnya Inpres Nomor 11 Tahun 2025, dengan nilai proyek mencapai Rp 18,9 miliar.
Chandra menekankan bahwa kualitas menjadi prioritas utama. Meski menghadapi tantangan cuaca dan banjir, proyek dapat diselesaikan tepat waktu berkat kolaborasi lintas pihak. “Ini bukan superman, melainkan super tim. Dukungan Bupati, Forkopimda, hingga Staf Khusus Kemenko Infrastruktur membuat proyek ini selesai dalam waktu relatif singkat,” ujarnya.
Dampak signifikan terasa dari sisi teknis dan sosial. Tingkat kemantapan jalan di daerah ini melonjak dari 23 persen menjadi 82 persen, waktu tempuh berkurang drastis, dan distribusi barang menjadi lebih lancar. “Kebahagiaan Pak Kades tadi adalah kepuasan tertinggi bagi kami. Itu bukti bahwa semua pengorbanan tidak sia-sia,” katanya.
Ajakan Merawat Infrastruktur
Bupati Sambas, Satono, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun. Menurutnya, merawat infrastruktur merupakan bentuk terima kasih rakyat kepada negara dan para pemimpin yang telah memberi perhatian. “Doakan mereka yang sudah memberi atensi kepada masyarakat Sambas, agar ke depan bisa berbuat lebih banyak dan lebih baik untuk rakyat,” ujarnya.
Satono secara khusus mengapresiasi peran Staf Khusus Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, yang dinilainya aktif mengawal dan membantu proses pengusulan pembangunan jalan ini hingga mendapat tindak lanjut dari pemerintah pusat. Dukungan serta komunikasi yang intens antara pemerintah daerah dan pusat menjadi faktor penting terealisasinya pembangunan yang telah lama dinantikan masyarakat.
Peresmian Jalan Sungai Sapah-Sepadak ditandai dengan pemotongan batang pohon bambu, tradisi masyarakat setempat, oleh Herzaky. Acara dilanjutkan dengan penyerahan sekitar 200 paket beras untuk masyarakat. Turut hadir dalam kesempatan itu berbagai unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat, termasuk Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat M. Isa, Wakil Bupati Sambas Heroaldi Djuhardi Alwi, Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas Ferry Madagascar.






