Netflix kembali mengumumkan kenaikan harga langganan di Amerika Serikat, sebagaimana dilaporkan pada Kamis (27/3/2026). Kenaikan ini menyasar seluruh paket langganan, baik yang didukung iklan maupun bebas iklan. Paket Premium kini dibanderol seharga $26.99 per bulan, atau setara dengan sekitar Rp419.000 dengan kurs saat ini. Sementara itu, paket Standard tanpa iklan juga mengalami kenaikan menjadi $19.99 per bulan (sekitar Rp311.000), dan paket Standard dengan iklan kini seharga $8.99 per bulan (sekitar Rp139.000).
Kenaikan harga ini merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu sedikit lebih dari setahun, dan yang pertama di tahun 2026. Perubahan harga ini mulai berlaku segera untuk pelanggan baru, sementara pelanggan lama akan diberitahu melalui email dalam beberapa minggu ke depan, tergantung pada siklus penagihan mereka. Langkah ini mencerminkan strategi Netflix untuk terus meningkatkan pendapatan di tengah persaingan ketat di industri layanan streaming.
Rincian Tarif Baru Netflix
Berdasarkan pembaruan di situs web Netflix, rincian harga terbaru adalah sebagai berikut:
- Standard dengan iklan: Naik $1 menjadi $8.99 per bulan (sekitar Rp139.000).
- Standard (tanpa iklan): Naik $2 menjadi $19.99 per bulan (sekitar Rp311.000).
- Premium: Naik $2 menjadi $26.99 per bulan (sekitar Rp419.000).
Selain itu, biaya untuk menambahkan anggota di luar rumah tangga utama juga mengalami penyesuaian. Penambahan anggota untuk paket yang didukung iklan kini dikenakan biaya $7.99 per bulan, sementara untuk paket bebas iklan biayanya adalah $9.99 per bulan. Sebelumnya, biaya tambahan ini berkisar antara $6.99 hingga $8.99 per bulan.
Strategi Pendapatan dan Konten
Kenaikan harga ini terjadi seiring dengan komitmen Netflix untuk menginvestasikan dana besar dalam pengembangan konten. Perusahaan berencana membelanjakan sekitar $20 miliar untuk pemrograman pada tahun 2026, termasuk investasi dalam acara olahraga langsung, podcast video, dan konten orisinal yang telah ada. Langkah ini juga menandai pergeseran strategi Netflix dari fokus utama pada pertumbuhan jumlah pelanggan menjadi peningkatan pendapatan per pengguna, sejalan dengan upaya menekan biaya produksi yang terus meningkat di tengah persaingan ketat dari layanan streaming lain seperti Disney+, HBO Max, dan Apple TV+.
Perusahaan juga terus memperluas penawaran kontennya, termasuk penayangan pertandingan Major League Baseball (MLB) dan serial WWE. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan nilai langganan dan mempertahankan basis pelanggan yang besar, yang per akhir 2025 tercatat mencapai lebih dari 325 juta pelanggan global. Dengan pendapatan kuartal keempat 2025 yang dilaporkan sebesar $12.1 miliar, Netflix menunjukkan kepercayaan diri dalam kemampuannya untuk menaikkan harga tanpa kehilangan sebagian besar pelanggannya.
Dampak pada Konsumen dan Pasar
Kenaikan harga ini diperkirakan akan berdampak pada sekitar 41% pendapatan global Netflix yang berasal dari pasar Amerika Serikat dan Kanada. Analis memproyeksikan kenaikan harga ini dapat meningkatkan pendapatan rata-rata per pelanggan di wilayah tersebut sekitar 6% secara tahunan. Meskipun ada kekhawatiran mengenai sensitivitas konsumen terhadap kenaikan harga, Netflix tampaknya mengandalkan perpustakaan kontennya yang luas dan penawaran yang terus berkembang untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.
Kesenjangan antara paket beriklan dan paket bebas iklan kini semakin melebar. Paket Standard dengan iklan seharga $8.99 per bulan menawarkan opsi yang jauh lebih terjangkau dibandingkan paket Standard bebas iklan seharga $19.99 per bulan, atau selisih hampir $11. Perbedaan harga yang signifikan ini mendorong konsumen yang sensitif terhadap biaya untuk mempertimbangkan opsi yang didukung iklan, yang semakin penting bagi model bisnis Netflix.






