Berita

OTT Kepala Daerah Marak, Dugaan Mahar Politik Jadi Sorotan Utama KPK

Advertisement

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan tajinya dengan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjaring dua kepala daerah dalam satu hari. Bupati Pati, Sudewo, menjadi salah satu yang diamankan dalam operasi di Pati, Jawa Tengah, pada Senin (19/1). Keberhasilan KPK ini dibenarkan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. “Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di Pati adalah saudara SDW (Sudewo),” ungkap Budi, seperti dikutip dari detikNews, Selasa (20/1).

Pada hari yang sama, KPK juga menangkap Wali Kota Madiun atas dugaan gratifikasi dan pemerasan. Status perkara ini telah dinaikkan ke tahap penyidikan setelah KPK mengantongi bukti dugaan pemerasan dana CSR dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun. “Berdasarkan dugaan kecukupan alat bukti dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait pemerasan dana CSR dan penerimaan lainnya di Pemkot Madiun, maka KPK menaikkan perkara ini ke pihak penyidikan serta menetapkan tiga orang tersangka sesuai dengan kecukupan bukti dan juga perannya masing-masing, yakni saudara MD, Wali Kota Madiun periode 2002-2030, saudara RR selaku pihak swasta atau kepercayaan saudara MD, dan saudara TR selaku Kepala Dinas PUPR Kota Madiun,” ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dalam siaran YouTube KPK RI.

Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, KPK setidaknya telah menangkap empat kepala daerah lainnya. Beberapa di antaranya adalah Ardito Wijaya (Bupati Lampung Tengah), Abdul Wahid (Gubernur Riau), Sugiri Sancoko (Bupati Ponorogo), Ade Kuswara Kunang (Bupati Bekasi), dan Abdul Aziz (Bupati Kolaka Timur). Kasus-kasus yang menjerat mereka bervariasi, mulai dari suap hingga pemerasan.

Mahar Politik Diduga Jadi Akar Korupsi Kepala Daerah

Biaya pencalonan di pemilihan kepala daerah yang tinggi diduga menjadi faktor maraknya kasus korupsi di kalangan kepala daerah. Fenomena ini kemudian memunculkan wacana mengenai pilkada tidak langsung atau melalui DPRD sebagai solusi untuk mengurangi biaya pemilu.

Titi Anggraini, Ahli Hukum Pemilu Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) sekaligus Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), mengungkapkan dua pandangan mengenai biaya politik. Ia menyebutkan bahwa biaya pemilu yang mahal seringkali diorientasikan pada biaya logistik penyelenggaraan pemilihan umum oleh negara. Namun, yang kurang populer dalam diskusi publik adalah biaya yang dikeluarkan oleh calon peserta pemilu untuk mengikuti kontestasi melalui partai politik, yang dikenal sebagai mahar politik.

“Ada dua obat yang bisa dipakai untuk mengatasi persoalan mahar politik, salah satunya penegakan hukum,” kata Titi saat dihubungi tim detikSore. Ia menambahkan bahwa mahar politik masih banyak dilakukan dan sulit terdeteksi.

Advertisement

Pertanyaan mendasar muncul: bagaimana korupsi kepala daerah berkaitan dengan tingginya biaya politik? Apakah pilkada tidak langsung menjadi solusi ampuh untuk memutus rantai korupsi?

Berita Internasional dan Tips Investasi dalam “Detik Sore”

Selain isu korupsi, program “Detik Sore” juga akan membahas penangkapan Costinel-Cosmin Zuleam, seorang buronan internasional yang terlibat kasus penyiksaan brutal terhadap seorang pengusaha di Kota Sibiu, Rumania. Penangkapan ini dilakukan di Denpasar, Bali, oleh tim gabungan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri bersama jajaran Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polres Gianyar pada Kamis (15/1).

Program ini juga akan menghadirkan perencana keuangan, Firman Marihot, yang akan membagikan tips berinvestasi di tengah gempuran berita bohong atau rumor. Menurutnya, berita dan rumor seharusnya digunakan sebagai alat membaca sinyal pasar, bukan sebagai pemicu keputusan investasi yang impulsif. “Rumor bisa menjadi peluang awal, tetapi juga berpotensi menjerumuskan jika tidak didukung pergerakan harga dan volume yang sehat,” jelasnya.

Kunci utama berinvestasi yang aman adalah kurasi informasi, konfirmasi dari pasar, dan disiplin manajemen risiko. Hal ini penting agar investor tidak terjebak euforia dan masuk di waktu yang salah.

“Detik Sore” disiarkan langsung (live streaming) setiap Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Program ini juga menyajikan analisis pergerakan pasar saham jelang penutupan IHSG di awal acara. Komentar dapat disampaikan melalui kolom live chat yang tersedia.

Advertisement