Presiden Prabowo Subianto dilaporkan memantau langsung dampak serta upaya penanganan banjir yang melanda Jakarta dari Swiss, tempatnya melakukan kunjungan kerja. Dalam arahannya, Presiden Prabowo memerintahkan jajarannya untuk segera membentuk sebuah tim kajian guna merumuskan solusi jangka panjang terhadap permasalahan banjir, khususnya di wilayah Pulau Jawa.
Tim Kajian untuk Grand Design Penanganan Banjir
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya pembentukan tim kajian ini untuk menganalisis dan merancang sebuah grand design penyelesaian masalah air, terutama di Pulau Jawa. “Termasuk kemudian di dalam komunikasi itu Bapak Presiden memerintahkan kepada kami untuk secepat-cepatnya membentuk tim kajian untuk mencoba menganalisa dan kemudian membuat grand design penyelesaian masalah-masalah yang berkenaan dengan air, terutama khususnya di Pulau Jawa karena bagaimanapun kita sadari bahwa masalah ini adalah masalah yang rutin berulang setiap tahunnya,” ujar Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Prasetyo Hadi menambahkan bahwa penanganan banjir ke depan akan dilakukan secara lebih terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir, serta melibatkan berbagai sektor terkait. Ia mencontohkan laporan dari Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, yang menyebutkan bahwa dalam seminggu terakhir, 16 titik banjir telah bertambah menjadi 17 titik. “Satu titik yang selama ini belum pernah terjadi itu kemudian juga muncul genangan di jalur rel kereta api yang kemudian itu juga mengganggu perjalanan dan tentunya mengganggu pelayanan kereta api kepada masyarakat,” ucap Prasetyo.
Faktor Penyebab Banjir dan Solusi Terintegrasi
Menurut Prasetyo Hadi, curah hujan tinggi pada bulan Januari bukanlah satu-satunya faktor utama penyebab banjir. Ia mengemukakan adanya faktor lain yang turut berpengaruh, seperti perubahan tata ruang dan pendangkalan daerah aliran sungai. “Jadi perhatian Bapak Presiden bagaimana kita bisa menyelesaikan itu dari hulu ke hilir termasuk dengan tim Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa atau yang selama ini lebih dikenal dengan yang sedang mempersiapkan untuk proyek giant sea wall. Gerak-gerak itu,” jelasnya.
Hingga Kamis sore, sejumlah wilayah di Jakarta masih tergenang banjir akibat curah hujan yang tinggi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tercatat sebanyak 45 RT dan 22 ruas jalan di Jakarta terdampak banjir.






