Banjir di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, masih belum sepenuhnya surut. Sejumlah warga melaporkan bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah dan telah berulang kali terjadi sepanjang bulan Januari 2026.
Banjir Berulang Kali Terjadi
Salah satu warga, Saenah (64), mengungkapkan bahwa rumahnya telah terendam banjir hingga enam kali dalam sebulan terakhir. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 hingga 120 sentimeter. “Sebulan ini sudah enam kali. Awalnya selutut, paling gede sekarang sampai sedada,” kata Saenah saat ditemui di Rawa Buaya, Sabtu (24/1/2026).
Saenah menambahkan bahwa banjir yang terjadi saat ini merupakan yang terparah, bahkan air sudah masuk ke dalam rumahnya hingga setinggi lutut. Meskipun demikian, ia memilih untuk tetap bertahan di rumah dan tidak mengungsi. “Sekarang yang paling parah. Di dalam rumah airnya sampai selutut. Saya disuruh ngungsi juga nggak mau, mendingan di rumah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa rumah yang ditempatinya merupakan warisan orang tuanya. Mayoritas rumah di wilayah tersebut kini sudah dibangun bertingkat sebagai antisipasi banjir. “Kalau nggak tingkat, tenggelam duluan. Barang-barang juga sudah siap, elektronik semua di atas, Alhamdulillah ada loteng,” jelasnya.
Menurut Saenah, banjir mulai naik pada Jumat pagi. Ia sempat terkejut karena air datang saat dirinya sedang tertidur. “Lagi tidur di bawah, kaget. Tapi sudah feeling bakal banjir, jadi langsung ngangkatin baju ke atas,” katanya.
Warga Lain Memilih Mengungsi
Warga lain, Nur (68), memutuskan untuk mengungsi ke masjid setelah air masuk ke rumahnya dengan cepat. Ia menyebut banjir mulai datang pada Jumat (23/1) malam sekitar pukul 23.00 WIB. “Air naiknya cepat, kurang dari satu jam sudah masuk rumah sebetis. Langsung ngungsi, bawa baju seadanya,” ujar Nur.
Nur mengaku telah mengungsi di masjid bersama warga lainnya selama satu hari. Kondisi rumahnya hingga kini masih terendam meskipun air mulai berangsur surut. “Masih terendam, tapi pelan-pelan surut. Mungkin sore kalau nggak hujan mau pulang buat bersih-bersih,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa kawasan Rawa Buaya sebelumnya sempat tidak dilanda banjir parah selama bertahun-tahun. Terakhir kali, banjir besar terjadi pada tahun 2016. “Dulu 2016 juga banjir, tapi nggak separah ini. Ini parah banget,” kata Saenah.
Harapan Warga
Warga berharap banjir segera surut dan bantuan terus disalurkan, terutama kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan selimut. “Harapannya ya cepat surut dan ada bantuan. Tadi pagi baru ada bantuan datang,” pungkasnya.






