Berita

Anak Influencer di Jaktim Diduga Dilecehkan, Ibu Ancang-ancang Lapor Polisi

Advertisement

Jakarta – Seorang remaja putri berinisial C, anak dari seorang influencer di Jakarta Timur, diduga menjadi korban pelecehan dan perundungan (bullying) oleh teman satu sekolahnya di sebuah SMP di wilayah tersebut. Sang ibu, yang juga seorang influencer, berencana melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Rencana Pelaporan ke Polisi

Influencer H, ibu korban, menyatakan kemungkinan akan melaporkan kasus ini pada Jumat (23/1/2026). Keputusan ini diambil setelah adanya rencana pertemuan dengan keluarga terduga pelaku pada Kamis (22/1/2026). “Kalau rencana lapor (polisi) itu kemungkinan Jumat (23/1) karena Kamis besok itu aku bakal ditemui sama keluarga si terduga pelaku ini ya, hari Kamis,” kata H, dilansir Antara, Rabu (21/1/2026).

Kritik Sanksi Sekolah

H menyayangkan sanksi yang diberikan pihak sekolah kepada terduga pelaku, yang dinilainya terlalu ringan. Terduga pelaku hanya mendapatkan hukuman skorsing selama dua hari. Ia mempertanyakan kebijakan tersebut kepada pihak sekolah. “Apa harus mati dulu? Saya bilang gitu juga ke kepala sekolah. Apa harus mati dulu baru ini bisa diproses, nih? Baru tuh orang dikeluarkan dari sekolah (drop out/DO),” ujarnya dengan nada prihatin.

Lebih lanjut, H mengungkapkan keprihatinannya terhadap banyak korban perundungan dan pelecehan yang tidak sanggup menanggung tekanan psikologis hingga berujung pada tindakan fatal. “Kebetulan anak saya kuat gitu kan menceritakan itu. Sebenarnya dia udah nangis berhari-hari kan tanpa saya tahu tuh. Kalau dia tiba-tiba terjun bebas? Sama kayak orang-orang yang lakukan selama ini,” ungkapnya.

Advertisement

Korban Mengalami Trauma Mendalam

H menceritakan bahwa anaknya mengalami trauma berat pasca-kejadian pelecehan dan perundungan tersebut. Korban dilaporkan terus menangis dan menunjukkan ketakutan. “Karena anak saya ternyata dari minggu-minggu lalu, dari yang pulang dari tahun baru, itu dia nangis terus. Saya tanya kenapa, tapi diam aja, dia menjawab ‘enggak, enggak kenapa-kenapa’,” tuturnya.

Ia juga mengamati gelisah yang dialami anaknya hampir setiap malam. Hingga kini, H belum mengizinkan C untuk kembali bersekolah dan memprioritaskan pemulihan kondisi psikologisnya terlebih dahulu. “Anak aku sih lagi di rumah ya. Belum aku bolehin ke sekolah sampai masalah selesai dulu,” imbuhnya.

Dinas Pendidikan Masih Mendalami

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur II, Horale, menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami kasus yang terjadi. “Saat ini kami masih fokus pendalaman case yang terjadi dan berkoordinasi dengan dinas terkait,” kata Horale saat dimintai konfirmasi secara terpisah.

Advertisement