Berita

Gerindra Dorong Penguatan Regulasi dan Anggaran Riset Pertanian untuk Dukung Prabowo

Advertisement

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Endang Setyawati Thohari, menekankan pentingnya dukungan regulasi yang kuat dan penguatan anggaran riset serta inovasi untuk mewujudkan political will Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian. Endang menilai pendanaan untuk inovasi teknologi pertanian saat ini masih lemah, meskipun berbagai hasil riset telah dicapai oleh lembaga penelitian. Namun, banyak temuan tersebut belum dapat disebarluaskan secara optimal kepada petani dan masyarakat karena keterbatasan anggaran.

Perlindungan Sumber Daya Genetik dan Varietas Unggul

Lebih lanjut, Endang menyoroti urgensi percepatan pengesahan Undang-Undang Sumber Daya Genetik (SDG) guna melindungi kekayaan genetik nasional. Ia berpendapat bahwa keberagaman zona agroekologi di Indonesia memerlukan payung hukum yang jelas agar pengembangan varietas unggul dapat selaras dengan potensi lokal.

“Bibit unggul belum tentu berhasil jika tidak sesuai dengan zona agroekologinya. Karena itu, potensi lokal harus dilindungi secara regulatif,” ujar Endang dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/1/2026). Pernyataan ini disampaikan setelah Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Hortikultura di Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (23/1/2026).

Perbandingan Riset Pertanian Dulu dan Kini

Dalam kesempatan tersebut, Endang membandingkan kondisi penelitian dan pengembangan pertanian di masa lalu dengan saat ini. Dulu, penelitian dan pengembangan pertanian menjadi prioritas utama, didukung oleh pendanaan yang memadai serta insentif bagi para peneliti. Berbeda dengan kondisi sekarang, di mana banyak hasil riset justru terhenti di tingkat peneliti dan tidak sampai ke lapangan.

Advertisement

Politisi Fraksi Partai Gerindra ini mengingatkan adanya tren penurunan anggaran riset di Kementerian Pertanian. Ia menegaskan bahwa riset seharusnya diperkuat sebagai fondasi utama menuju swasembada pangan, bahkan idealnya dapat mencapai 20 persen dari total anggaran kementerian.

Langkah Strategis untuk Kebijakan Riset Berkelanjutan

Meskipun demikian, Endang mengakui political will Presiden Prabowo di sektor pertanian sudah terlihat kuat. Namun, ia menekankan perlunya langkah strategis yang berkelanjutan agar kebijakan riset pertanian tidak berubah setiap kali terjadi pergantian menteri.

“BRMP sebagai penerus badan litbang harus benar-benar menjadi prioritas dalam pembangunan pertanian nasional,” pungkasnya. (prf/ega)

Advertisement