Smartphone

Biaya Komponen Melonjak, Oppo dan OnePlus Naikkan Harga Smartphone

Advertisement

Produsen ponsel ternama, Oppo dan OnePlus, mengumumkan akan menaikkan harga beberapa model ponsel yang sudah dirilis di pasaran. Kenaikan harga ini dijadwalkan berlaku mulai Sabtu (16/3/2026). Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan biaya komponen utama dalam produksi ponsel.

Menurut pernyataan resmi yang dirilis melalui toko online Oppo, kenaikan harga ini merupakan hasil evaluasi mendalam terkait peningkatan biaya beberapa komponen kunci, terutama perangkat keras penyimpanan berkecepatan tinggi (high-speed storage hardware). Oppo menegaskan bahwa penyesuaian harga ini dilakukan demi menjaga kualitas produk dan pengalaman pengguna yang optimal di tengah tantangan rantai pasok global. Keputusan ini juga dilaporkan akan memengaruhi beberapa pasar, termasuk India.

Penyebab Kenaikan Harga

Kenaikan biaya komponen ini secara umum dikaitkan dengan beberapa faktor. Salah satunya adalah meningkatnya permintaan chip memori dan penyimpanan yang didorong oleh pertumbuhan pesat industri kecerdasan buatan (AI). Permintaan yang melonjak ini menyebabkan produsen memori memprioritaskan pasokan untuk pusat data AI, yang berimbas pada pengetatan pasokan untuk perangkat elektronik konsumen seperti ponsel dan laptop. Beberapa analis memprediksi bahwa kelangkaan komponen ini dapat mendorong kenaikan harga barang elektronik hingga 10 hingga 20 persen sepanjang tahun 2026.

Kondisi pasar yang dinamis ini juga diperparah oleh kondisi ekonomi global, termasuk pelemahan nilai tukar mata uang di beberapa negara terhadap dolar Amerika Serikat, yang turut meningkatkan biaya impor komponen dan logistik.

Model yang Terdampak dan Tidak Terdampak

Penyesuaian harga ini akan berdampak pada beberapa lini produk Oppo dan OnePlus. Untuk Oppo, model yang akan mengalami kenaikan harga meliputi seri A dan seri K. Sementara itu, seri premium seperti Oppo Find dan Oppo Reno, serta lini tablet Oppo Pad, untuk saat ini tidak akan terpengaruh dan tetap dijual pada harga yang sama. Bagi OnePlus, seluruh model ponsel yang sudah ada di pasaran dilaporkan akan mengalami penyesuaian harga.

Advertisement

Oppo A6T
Oppo A series merupakan salah satu lini ponsel dari Oppo yang akan mengalami kenaikan harga. Foto: Oppo

Meskipun rincian pasti mengenai besaran kenaikan harga belum diungkapkan secara spesifik oleh kedua perusahaan, tren industri menunjukkan perkiraan kenaikan berkisar antara 15 hingga 20 persen. Sebagai gambaran, OnePlus 15R yang sebelumnya diluncurkan dengan harga sekitar Rp47,999 (sekitar 6% lebih tinggi dari pendahulunya) berpotensi menembus angka Rp50,000 atau lebih setelah penyesuaian harga ini. Model-model lain seperti OnePlus 15 dan seri OnePlus Nord 5 juga diperkirakan akan mengalami penyesuaian serupa.

Dampak pada Pasar dan Konsumen

Kenaikan harga ini menjadi pukulan bagi pasar ponsel yang diperkirakan akan mengalami kontraksi. Beberapa laporan memprediksi pasar ponsel global dapat menyusut sekitar 13% tahun ini, sebuah penurunan yang lebih dalam dibandingkan saat puncak pandemi COVID-19. Hal ini dapat memicu konsumen untuk menunda pembelian perangkat baru, mempertahankan perangkat lama mereka, atau beralih ke perangkat bekas.

​Meskipun kenaikan harga ini berpusat di pasar Tiongkok untuk saat ini, tidak menutup kemungkinan dampaknya akan merambat ke pasar global, termasuk Indonesia. Konsumen yang berencana membeli ponsel dari Oppo atau OnePlus disarankan untuk segera melakukan pembelian sebelum harga resmi disesuaikan pada akhir pekan ini.

Advertisement