Bekasi – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk hadir dan memberikan pelayanan terhadap warga yang terkena banjir. Salah satu wujudnya adalah dengan mendirikan dapur lapangan yang dioperasikan oleh personel Brimob Polda Metro Jaya di lokasi pengungsian warga terdampak banjir di Jalan Raya Gatot Subroto (Kali Ulu), Desa Karang Raharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Kamis, 22 Januari 2026.
Dapur lapangan ini menjadi penegasan peran Brimob Polda Metro Jaya sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan. Sebagai respons cepat atas kondisi tersebut, personel Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya mengoperasikan dapur lapangan untuk menyalurkan makanan siap saji kepada warga terdampak.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan langkah ini merupakan bagian dari komitmen Brimob dalam memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat saat menghadapi situasi darurat. “Kami memastikan Polda Metro Jaya akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dan memberikan pelayanan,” tegas Budi Hermanto.
Pelaksanaan kegiatan kemanusiaan ini turut dihadiri langsung oleh Komandan Batalyon D Pelopor Brimob Polda Metro Jaya, Kompol Anisa Nimerorkena Imapuly, guna memastikan distribusi bantuan berjalan optimal dan tepat sasaran sesuai kebutuhan warga di lokasi pengungsian.
Sementara itu, Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, menyampaikan bahwa keterlibatan Brimob dalam penanganan dampak banjir merupakan bagian dari tugas pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran Brimob tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga menjadi sandaran harapan masyarakat di tengah situasi sulit.
“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan tugas kemanusiaan Brimob kepada sesama. Kami berupaya hadir di momen-momen yang penuh tantangan seperti ini untuk memastikan warga mendapatkan bantuan yang dibutuhkan dengan cepat dan tepat,” ujar Kombes Henik.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, menjaga keselamatan keluarga, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Sinergi dengan unsur terkait akan terus dilakukan guna memastikan kondisi tetap aman dan kebutuhan warga terpenuhi.
Curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut menyebabkan genangan di permukiman warga pada Kamis (22/1) kemarin, memaksa sejumlah warga terpaksa mengungsi.






