Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bahtra Banong, menanggapi penangkapan Bupati Pati, Sudewo, yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahtra menekankan pesan Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI, Prabowo Subianto, yang berulang kali mengingatkan seluruh kader untuk bekerja demi kepentingan rakyat.
Pesan Prabowo untuk Kader Gerindra
“Ya Pak Prabowo kan sering mengingatkan semua kader ya, untuk agar berhati-hati lah. Jadi terus bekerja untuk masyarakat. Itu aja pesan Pak Prabowo kan harus kepala-kepala daerah Gerindra harus bekerja untuk rakyatlah,” ujar Bahtra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (20/1/2026).
Bahtra menegaskan bahwa dugaan korupsi yang dilakukan oleh Bupati Sudewo merupakan urusan personal pribadi. Ia menambahkan bahwa partai terus melakukan pembinaan kepada para kadernya agar tidak menyalahgunakan kewenangan yang diberikan.
“Ya itu kan personal pribadi ya. Dan kami di Partai Gerindra kan terus melakukan pembinaan buat kader-kader agar setiap kader itu untuk terus bekerja untuk rakyat,” tuturnya.
Pengawasan Kemendagri
Lebih lanjut, Bahtra menilai bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah melakukan pengawasan terhadap kepala daerah. Namun, ia tetap meminta Kemendagri untuk meningkatkan intensitas pengawasannya terhadap para kepala daerah.
“Ya selama ini kan berjalan maksimal ya pengawasan dari Kemendagri. Kita terus minta Kemendagri juga untuk terus melakukan pengawasan,” katanya.
Sebelumnya, KPK mengungkapkan kasus yang menjerat Bupati Pati Sudewo. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa Sudewo terkena OTT terkait dugaan praktik pengisian jabatan di lingkungan pemerintah daerahnya.
“Terkait pengisian jabatan Kaur, Kasie, ataupun Sekdes (sekretaris desa),” ungkap Budi Prasetyo kepada wartawan pada Selasa (20/1).






