Pangkep, Sulawesi Selatan – Dua pendaki, Reski (20) dan Muslimin (18), menceritakan pengalaman dramatis saat mendaki Gunung Bulusarung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Keduanya mengaku nyaris terkena serpihan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan tersebut. Kejadian ini terjadi pada pendakian perdana mereka di gunung yang dikenal dengan nama Bulsar itu.
Detik-detik Mencekam di Puncak
Reski menuturkan, insiden tersebut terjadi pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 12.30 Wita, tak lama setelah ia dan Muslimin tiba di puncak Gunung Bulusarung. Saat itu, mereka adalah satu-satunya pendaki yang berada di puncak, sementara pendaki lain masih dalam perjalanan.
“Baru pertama kali di Bulsar (Bulusaraung). Temanku saja na bilang kayak mimpi na rasa. Kaget begitu. (Temanku) langsung reflek na tarik. Temanku baru juga ke Bulsar,” ujar Reski, menggambarkan keterkejutan mereka.
Awalnya, suara pesawat terdengar dari kejauhan. Suara tersebut perlahan semakin mendekat, membuat Reski dan Muslimin mengira pesawat itu hanya melintas di atas puncak.
“Saya duduk-duduk sama temanku di atas puncak. Baru ada suara pesawat dari jauh. Tidak ditahu bilang arah dari mana itu. Baru semakin mendekat. Saya kira kayak pesawat lewat, ternyata semakin dekat suaranya,” tutur Reski.
Ledakan dan Serpihan Berhamburan
Tak lama kemudian, suasana berubah mencekam. Reski dan Muslimin menyaksikan sebuah ledakan di balik kabut yang menyelimuti puncak gunung. Api terlihat menyala, disusul suara ledakan besar yang membuat serpihan pesawat berhamburan ke udara.
“Terus itu kan makin mendekat suara toh, baru ku liat mi kayak meledak, langsung ada api, berhamburan ke atas juga. Baru di situ serpihannya hampir ma na kena, karena terbang ke atas ki,” ucap Reski, menggambarkan betapa dekatnya mereka dengan bahaya.
Kedua pendaki ini berhasil selamat dari insiden tersebut, meskipun mengalami trauma akibat menyaksikan langsung jatuhnya pesawat dan nyaris terkena dampaknya.






