Samsung mulai meluncurkan fitur keamanan baru bernama Inactivity Restart untuk jajaran ponsel Galaxy S26. Fitur ini dirancang untuk memberikan lapisan perlindungan ekstra bagi data pengguna dengan cara merestart perangkat secara otomatis setelah periode tidak aktif tertentu. Peluncuran ini merupakan bagian dari pembaruan perangkat lunak terbaru, yang mencakup patch keamanan Februari 2026.
Fitur Inactivity Restart, yang awalnya diperkenalkan oleh Google, kini hadir di ponsel Galaxy S26, menandakan komitmen Samsung untuk terus meningkatkan keamanan perangkatnya. Pengguna di Korea Selatan dilaporkan menjadi salah satu yang pertama menerima fitur ini melalui pembaruan firmware. Fitur ini juga telah terlihat pada perangkat Galaxy Z Fold 7 yang menjalankan One UI 8 dan seri Galaxy S25 yang menggunakan firmware One UI 8.5 beta dengan patch November 2025.
Mekanisme Kerja Inactivity Restart
Mekanisme kerja fitur Inactivity Restart cukup sederhana namun efektif. Ketika diaktifkan, ponsel akan secara otomatis memulai ulang (reboot) setelah 72 jam tidak aktif. Proses hitung mundur dimulai saat ponsel dikunci dan akan direset setiap kali pengguna membukanya. Jika selama 72 jam berturut-turut tidak ada upaya membuka kunci, perangkat akan melakukan restart otomatis.

Setelah restart, ponsel akan masuk ke dalam status BFU (Before First Unlock). Dalam kondisi ini, akses sidik jari dan pengenalan wajah untuk sementara dinonaktifkan. Pengguna wajib memasukkan PIN, pola, atau kata sandi yang benar untuk mengaktifkan kembali semua fungsi, termasuk menampilkan notifikasi dari beberapa aplikasi, detail penelepon, dan alarm. Jika kartu SIM terkunci, pengguna juga perlu membukanya terlebih dahulu untuk menerima panggilan masuk.
Tujuan dan Manfaat Keamanan
Fitur Inactivity Restart bukanlah peningkatan keamanan yang masif, namun sangat membantu melindungi data pribadi jika ponsel hilang atau dicuri. Meskipun tidak dapat melacak lokasi perangkat, fitur ini secara signifikan mempersulit akses orang yang tidak berwenang terhadap informasi pribadi pengguna. Dengan memaksa perangkat masuk ke mode keamanan yang lebih tinggi, data sensitif tetap terlindungi hingga pengguna melakukan otentikasi ulang.
Banyak laporan menyebutkan bahwa fitur ini muncul pada beberapa ponsel Galaxy setelah menerima pembaruan keamanan Februari 2026 dan pembaruan perangkat lunak yang lebih baru. Pengguna dapat mengaktifkan atau menonaktifkan fitur ini melalui menu Pengaturan (Settings) > Keamanan dan Privasi (Security and Privacy) > Pengaturan keamanan lainnya (More security settings), lalu mengaktifkan tombol geser Inactivity Restart.
Ketersediaan dan Perluasan Fitur
Pembaruan pertama untuk seri Galaxy S26, yang mencakup patch keamanan Februari 2026, telah diluncurkan di beberapa pasar seperti Korea Selatan, Eropa, dan India. Pembaruan ini, dengan ukuran sekitar 500MB, tidak hanya membawa perbaikan stabilitas dan keamanan, tetapi juga fitur Inactivity Restart. Samsung juga telah menyertakan fitur serupa pada perangkat Galaxy S25 dan Galaxy Z Fold 7.
Samsung menekankan bahwa fitur ini secara default tidak aktif untuk menghindari ketidaknyamanan pengguna yang tidak memerlukannya. Pengguna disarankan untuk memeriksa pembaruan One UI dan Google Play System jika fitur ini belum muncul di perangkat mereka. Jika pembaruan tidak tersedia atau fitur masih hilang, pengguna diimbau untuk bersabar dan terus memeriksa rilis baru secara berkala.
Fitur Inactivity Restart ini sejalan dengan langkah Google yang juga telah memperkenalkan fitur serupa pada sistem Android. Dengan adanya fitur ini, Samsung semakin memperkuat komitmennya dalam menyediakan perlindungan data yang lebih baik bagi para penggunanya di era digital yang terus berkembang.






