Aksesoris Gadget

Fujifilm Luncurkan Instax Mini Evo Cinema: Kamera Hybrid dengan Kemampuan Video dan Efek Retro

Advertisement

Fujifilm Indonesia resmi meluncurkan dua produk terbarunya, Instax Mini Evo Cinema dan Instax Mini Link+, di Kota Kasablanka Mall, Jakarta, Rabu (28/1). Kedua produk ini merupakan model terbaru dalam lini “Evo series”.

Seri Evo merupakan kamera instan hybrid milik insta yang memungkinkan pengguna mengambil gambar seraya melihat hasilnya melalui layar LCD di bagian belakang kamera, sebelum memilih foto favorit untuk dicetak.

Inovasi Video dalam Cetakan Instan

Keunggulan utama dari instax mini Evo Cinema adalah kemampuannya untuk merekam klip video berdurasi hingga 15 detik. Setelah merekam, kamera akan memilih satu frame dari video tersebut untuk dicetak pada film Instax Mini. Cetakan foto ini dilengkapi dengan kode QR yang, ketika dipindai menggunakan smartphone, akan mengarahkan pengguna ke halaman web untuk menonton kembali video aslinya. Fujifilm menyebut konsep ini sebagai cara baru untuk “memberikan video secara fisik,” memungkinkan pengguna berbagi momen spesial tidak hanya melalui layar, tetapi juga dalam bentuk fisik yang dapat disimpan atau diberikan kepada orang terdekat.

Ilustrasi Penggunaan Instax Mini Evo Cinema
Ilustrasi Penggunaan Instax Mini Evo Cinema. Foto: Fujifilm

Melalui aplikasi pendamping, pengguna dapat menyusun klip video hingga total 30 detik, mengedit, serta menambahkan elemen sinematik seperti pembuka dan penutup. Video yang telah dikonversi menjadi cetakan fisik dengan kode QR akan tersimpan dan dapat diakses selama dua tahun sejak diunggah.

Desain Retro dengan Sentuhan Sinematik

Terinspirasi dari kamera film Super 8 tahun 1960-an dan kamera film klasik Fujica Single-8 yang dirilis pada 1965, instax mini Evo Cinema hadir dengan desain grip vertikal. Desain ini tidak hanya memberikan kenyamanan saat merekam video dalam orientasi portrait, tetapi juga menghadirkan nuansa retro yang khas.

Desain Fujifilm Instax Mini Evo Cinema
Desain Fujifilm Instax Mini Evo Cinema. Foto: Fujifilm

Kamera ini dilengkapi dengan fitur “Eras Dial™” yang memungkinkan pengguna untuk memilih dari 10 efek visual yang terinspirasi oleh berbagai dekade, mulai dari tahun 1930-an hingga 2020-an. Setiap efek memiliki 10 tingkat penyesuaian intensitas, sehingga pengguna dapat menciptakan hingga 100 variasi tampilan yang unik. Efek ini tidak hanya mengubah tampilan visual, tetapi juga dapat menyertakan efek suara yang sesuai dengan era yang dipilih, memberikan pengalaman sinematik yang imersif.

Advertisement

Fungsionalitas Hybrid dan Kontrol Taktil

Instax Mini Evo Cinema merupakan kamera hybrid tiga-dalam-satu, yang berfungsi sebagai kamera instan, perekam video, dan printer smartphone. Pengguna dapat mengambil foto sebanyak mungkin, memilih mana yang ingin dicetak, dan menyimpannya untuk diakses nanti. Kamera ini menggunakan sensor CMOS 5MP dengan lensa setara 28mm f/2.0 yang menghasilkan foto JPEG beresolusi 1920×2560 piksel, yang dioptimalkan untuk pencetakan instan.

Kamera ini juga dilengkapi dengan kontrol taktil yang menambah pengalaman retro, seperti tuas pencetak foto bergaya analog dan dial yang terasa presisi. Selain itu, kamera ini juga menyertakan aksesori tambahan seperti viewfinder magnifier untuk pemotretan setinggi mata dan grip ekstensi untuk pegangan yang lebih kokoh.

Harga dan Ketersediaan

​Di Indonesia, Fujifilm instax mini Evo Cinema telah resmi resmi dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp6,25 juta dan telah tersedia di Official Store Fujifilm Indonesia serta jaringan ritel resmi. Sedangkan instax mini Link+ dibanderol Rp2,29 juta dan saat ini masih berada dalam tahap pre-order, dengan jadwal ketersediaan yang akan diumumkan lebih lanjut.

Advertisement