Smartphone

Kamera Galaxy S26 Ultra Kalah dari iPhone 17 Pro di DxOMark, Hanya Capai Peringkat 18

Advertisement

Samsung Galaxy S26 Ultra, yang baru saja diluncurkan, dilaporkan mengalami kekecewaan dalam pengujian kamera terbaru oleh DxOMark. Perangkat ini hanya mampu meraih skor keseluruhan 157 poin, menempatkannya di peringkat ke-18 secara global. Posisi ini tertinggal jauh di belakang para pesaing utamanya, termasuk iPhone 17 Pro yang meraih 168 poin, Google Pixel 10 Pro XL dengan 163 poin, dan bahkan Apple iPhone 16 Pro Max yang mencatat skor 161 poin. Hasil ini tentu menjadi pukulan bagi Samsung, mengingat ambisi mereka untuk mendominasi pasar ponsel kelas atas.

Peringkat yang diraih Galaxy S26 Ultra ini tidak banyak berbeda dari pendahulunya, Galaxy S25 Ultra, yang sebelumnya mencatat skor 151 poin. Meskipun Samsung melakukan beberapa peningkatan pada perangkat keras kamera, seperti lensa yang lebih cepat untuk kamera utama 200MP (f/1.4) dan kamera telefoto periskop (f/2.9), perbaikan ini belum cukup untuk menyaingi performa kamera dari para kompetitor teratas. Laporan DxOMark menyebutkan bahwa peningkatan pada detail foto dan pengurangan noise di kondisi minim cahaya memang terlihat, namun masalah mendasar seperti ketidakstabilan eksposur dan warna, serta noise yang masih terlihat di kondisi dalam ruangan dan minim cahaya, tetap menjadi catatan penting.

Peningkatan yang Terbatas

DxOMark mencatat beberapa area di mana Galaxy S26 Ultra menunjukkan perbaikan dibandingkan generasi sebelumnya. Akurasi warna, terutama pada rona kulit dan tekstur, dilaporkan mengalami peningkatan yang signifikan, mengatasi masalah rendering warna yang sempat menjadi kritik pada Galaxy S25 Ultra, khususnya pada fotografi malam hari. Pemrosesan gambar yang lebih natural dengan artefak penajaman yang lebih sedikit juga diapresiasi.

Ilustrasi Kemampuan Fotografi Pada Samsung Galaxy S26 Ultra Foto Phone Arena
Kualitas kamera Samsung Galaxy S26 Ultra tidak sebagus pesaing terdekatnya, iPhone 17 Pro Max. Foto: Phone Arena

Peningkatan pada bukaan lensa kamera utama dan telefoto periskop memungkinkan sensor menangkap lebih banyak cahaya, yang berkontribusi pada performa yang lebih baik di kondisi minim cahaya. Hal ini, dikombinasikan dengan pengurangan noise yang lebih baik dan teknologi “Pro Scaler” Samsung, menghasilkan detail yang lebih baik dan noise yang lebih rendah dalam situasi menantang. Kinerja zoom jarak jauh juga masih dianggap sebagai salah satu yang terbaik di pasar, meskipun keunggulan Samsung atas Apple terus menipis.

Kelemahan yang Masih Menghantui

Namun, di balik peningkatan tersebut, kelemahan kamera Galaxy S26 Ultra masih cukup kentara. Dalam pengujian DxOMark, ketidakstabilan eksposur dan warna masih menjadi masalah di berbagai kondisi pemotretan. Noise latar belakang pada potret indoor dan low-light juga menjadi catatan. Lebih lanjut, kamera Galaxy S26 Ultra dilaporkan mengalami kehilangan detail wajah yang halus dalam adegan nyata, serta masalah fokus otomatis yang terkadang tidak dapat diandalkan, terutama di lingkungan yang redup atau saat menggunakan kamera ultrawide.

Advertisement

Mode Potret pada Galaxy S26 Ultra juga dinilai masih tertinggal dari iPhone 17 Pro, terutama dalam hal kejernihan gambar, noise yang lebih tinggi, dan segmentasi subjek yang kurang efektif. Dalam hal video, meskipun ada perbaikan dalam warna, kontrol noise, dan stabilisasi, performanya masih sedikit di belakang para pesaing utama. Autofokus pada video dilaporkan lambat beradaptasi, terutama dalam kondisi minim cahaya.

Posisi di Pasar Global

Dengan skor 157 poin, Galaxy S26 Ultra berada di peringkat yang sama dengan beberapa ponsel dari tahun sebelumnya seperti OPPO Find X8 Pro dan Apple iPhone 16 Pro. Peringkat ini menempatkannya jauh di bawah ponsel unggulan seperti Huawei Pura 80 Ultra (175 poin) dan vivo X300 Pro (171 poin). Meskipun DxOMark tidak menguji setiap kandidat ponsel, posisi ke-18 secara global menunjukkan bahwa Samsung masih perlu bekerja keras untuk merebut kembali mahkota performa kamera smartphone.

Meskipun skor DxOMark tidak selalu mencerminkan pengalaman pengguna secara keseluruhan, peringkat yang rendah ini mengindikasikan bahwa ada ruang signifikan bagi Samsung untuk melakukan perbaikan pada sistem kamera flagship mereka di masa mendatang, terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar smartphone.

Advertisement