Smartphone

Harga Samsung Galaxy S26 Bakal Melambung, Faktor Biaya Komponen Jadi Penyebab Utama

Advertisement

Samsung Electronics bersiap untuk menaikkan harga seri ponsel flagship terbarunya, Galaxy S26, yang diperkirakan akan meluncur pada 25 Februari 2026. Kenaikan harga ini menandai yang pertama dalam tiga tahun terakhir, didorong oleh lonjakan biaya komponen, terutama chip memori dan prosesor canggih, akibat ledakan permintaan global untuk kecerdasan buatan (AI).

Kenaikan harga yang diantisipasi ini merupakan konsekuensi dari berbagai faktor yang saling terkait dalam rantai pasokan teknologi. Permintaan yang meroket untuk memori bandwidth tinggi (HBM) yang krusial untuk aplikasi AI telah menekan rantai pasokan secara signifikan. Hal ini memaksa produsen seperti Samsung, yang merupakan produsen chip memori terbesar di dunia, untuk mengalihkan kapasitas produksi dan secara otomatis menaikkan biaya untuk DRAM standar dan NAND flash yang digunakan dalam smartphone.

Tekanan Biaya Komponen Kunci

Sumber industri yang dikutip oleh media Korea Selatan, termasuk Korea JoongAng Daily dan Yonhap News Agency, melaporkan bahwa model standar Galaxy S26 dengan penyimpanan 256GB bisa mengalami kenaikan harga hingga 99.000 won (sekitar Rp1,2 juta) dari harga awal generasi sebelumnya yang berkisar 1,15 juta won (sekitar Rp12,3 juta). Penyesuaian serupa juga diperkirakan terjadi pada model Galaxy S26+ dan Galaxy S26 Ultra, meskipun tingkatannya akan bervariasi tergantung pasar dan model spesifik.

Ilustrasi Chipset Smartphone yang Semakin Mahal. Foto: CNET
Ilustrasi Chipset Smartphone yang Semakin Mahal. Foto: CNET

Selain itu, biaya produksi untuk prosesor Exynos 2600 buatan Samsung sendiri, yang diperkirakan akan digunakan di banyak model Galaxy S26 di luar Amerika Serikat dan China, juga dilaporkan meningkat. Prosesor ini dibangun menggunakan proses canggih 2nm Gate-All-Around (GAA) yang dikabarkan memiliki hasil produksi lebih rendah dan biaya wafer yang lebih tinggi. Meskipun Samsung memproduksi chip Exynos secara internal, perusahaan dikabarkan “tidak dalam posisi untuk membeli Exynos dengan harga lebih murah daripada pesaingnya,” yang menunjukkan adanya tekanan harga internal dan biaya yang diserap untuk mempertahankan klien.

Dampak AI dan Strategi Harga Samsung

Roh Tae-moon, co-CEO Samsung Electronics yang memimpin divisi Mobile eXperience (MX), secara tersirat mengisyaratkan potensi dampak kenaikan biaya komponen pada harga produk dalam sebuah pengarahan pada Januari lalu. Ia menyatakan bahwa “performa chip yang lebih kuat yang dibutuhkan untuk perangkat AI membuat kenaikan harga menjadi tak terhindarkan.”

Advertisement

Strategi harga Samsung untuk Galaxy S26 dilaporkan sebagai sebuah “tindakan penyeimbangan”. Di satu sisi, ada kenaikan harga memori yang dramatis, sementara di sisi lain, Samsung perlu mempertahankan angka penjualan yang konsisten di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Hal ini membuat Samsung kemungkinan akan menghentikan penawaran peningkatan penyimpanan gratis untuk pembeli awal, yang sebelumnya menjadi daya tarik utama.

Perkiraan Spesifikasi dan Peluncuran

Meskipun harga menjadi sorotan utama, spesifikasi Galaxy S26 juga terus bocor. Model Ultra dikabarkan akan memiliki layar Dynamic AMOLED 2X 6,9 inci dengan teknologi filter warna baru untuk kecerahan dan efisiensi yang lebih baik. Performa akan ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 atau Exynos 2600, dengan RAM hingga 16GB dan penyimpanan hingga 1TB. Peningkatan juga diharapkan pada sektor kamera, dengan sensor utama 200MP dan telephoto yang lebih baik, serta pengisian daya kabel hingga 60W.

Seri Galaxy S26, yang meliputi model standar, Plus, dan Ultra, dijadwalkan akan diluncurkan pada acara Galaxy Unpacked 2026 di San Francisco pada 25 Februari 2026. Ketersediaan di pasar diperkirakan akan dimulai pada 11 Maret 2026.

Advertisement