Smartphone

iFixit Nilai Samsung Galaxy S26 Ultra Sulit Diperbaiki, Layar Jadi PR Besar Karena Ini

Advertisement

Samsung Galaxy S26 Ultra kembali meraih skor moderat 5 dari 10 dalam penilaian kemudahan perbaikan oleh iFixit. Penilaian ini menunjukkan bahwa meskipun Samsung mampu merancang ponsel yang dapat diperbaiki, perusahaan tersebut dinilai masih enggan untuk sepenuhnya mengimplementasikan kemudahan tersebut, terutama pada komponen krusial seperti layar.

Dalam laporan pembongkaran (teardown) yang dirilis iFixit, perangkat unggulan ini menunjukkan adanya beberapa kemajuan, namun masih dibayangi oleh masalah lama yang membuat perbaikan menjadi lebih sulit dan mahal. “Bagian-bagian dari ponsel ini menyarankan Samsung memahami seperti apa perangkat keras yang ramah perbaikan,” demikian kesimpulan iFixit. “Perusahaan hanya terus-menerus berhenti sebelum sepenuhnya berkomitmen pada hal itu.”

Layar Jadi Kendala Utama

Masalah terbesar yang kembali disorot adalah layar. Seperti pada model unggulan Galaxy sebelumnya, layar Galaxy S26 Ultra terintegrasi sangat erat dan dilem kuat ke dalam sasis. Hal ini berarti perbaikan rutin pun dapat dengan cepat berubah menjadi operasi yang rumit dan rentan kegagalan. Proses pelepasan layar dilaporkan sebagai salah satu jalur perbaikan “paling buruk” yang pernah dilihat pada ponsel unggulan modern.

Layar Galaxy S26 Ultra dilaporkan rumit untuk diperbaiki. Foto: Android Headlines
Layar Galaxy S26 Ultra dilaporkan rumit untuk diperbaiki. Foto: Android Headlines

Tim iFixit bahkan sampai merusak panel layar saat mencoba melepaskannya. Penggunaan panas yang sangat tinggi dan alat pengisap yang kuat diperlukan untuk melepaskan panel depan, namun tetap membutuhkan upaya signifikan. Kondisi ini membuat penggantian layar menjadi proses yang sangat berisiko dan berpotensi memakan biaya tinggi bagi konsumen.

Peningkatan di Sektor Baterai dan Port

Di sisi lain, iFixit mencatat adanya beberapa peningkatan yang patut diapresiasi. Tata letak internal perangkat dinilai lebih terorganisir, dan beberapa komponen kini lebih mudah diakses dibandingkan model-model sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa Samsung tidak sepenuhnya mengabaikan tekanan terkait hak perbaikan (right-to-repair).

Tampak Bagian Dalam Dari Samsung Galaxy S26 Ultra. Foto: Youtube /Pbkreviews
Tampak Bagian Dalam Dari Samsung Galaxy S26 Ultra. Foto: Youtube /Pbkreviews

Secara khusus, penggantian baterai kini dilaporkan jauh lebih mudah berkat mekanisme penarik baru. Pengguna tidak perlu lagi berjuang dengan banyak perekat untuk mengganti komponen vital ini. Begitu pula dengan port USB-C yang modular, yang membuat penggantian komponen yang rentan aus ini menjadi lebih sederhana.

Advertisement

Skor Perbaikan yang Stagnan

Meskipun ada kemajuan pada beberapa area, skor perbaikan 5/10 yang sama dengan generasi sebelumnya menunjukkan bahwa Samsung belum melakukan lompatan signifikan dalam hal kemudahan perbaikan. iFixit menekankan bahwa skor ini tidak hanya mempertimbangkan desain perangkat keras, tetapi juga ketersediaan suku cadang, dokumentasi, dan logistik perbaikan, yang semuanya masih menjadi titik lemah Samsung.

Samsung masih tertinggal dibandingkan para pesaingnya. Google Pixel 10 berhasil meraih skor 6/10, sementara iPhone 17 memimpin dengan skor 7/10. Situasi ini menjadi tantangan bagi Samsung, terutama mengingat perbaikanabilitas semakin menjadi pembeda kompetitif di pasar ponsel kelas atas.

Kamera Depan dan Ketersediaan Suku Cadang Jadi PR Tambahan

Selain layar, kamera depan juga menjadi sorotan. Komponen ini ditempatkan di bawah motherboard dan direkatkan dengan lem berlebih, sehingga proses pelepasannya membutuhkan panas tinggi yang berisiko merusak sensor atau bahkan layar.

Lebih lanjut, iFixit menyoroti kesulitan dalam menavigasi toko suku cadang resmi Samsung. Seringkali ditemukan nomor komponen yang samar tanpa deskripsi atau gambar yang jelas, yang dapat menghalangi teknisi amatir untuk melakukan perbaikan mandiri.

Advertisement