Gadget Smartphone

iPhone 17 Laku Keras di China Berkat Warna Oranye ‘Hermès’, Penjualan Apple Meroket

Advertisement

Apple berhasil membalikkan tren penurunan penjualan di pasar China berkat peluncuran iPhone 17, khususnya model berwarna oranye terang yang viral dan dijuluki ‘Cosmic Orange’ atau ‘oranye Hermès’. Inovasi warna ini terbukti efektif dalam menarik konsumen, mendorong pendapatan Apple di China melonjak 38% secara tahunan pada kuartal keempat 2025, mencapai rekor baru.

CEO Apple, Tim Cook, mengonfirmasi lonjakan penjualan ini, menyatakan bahwa pendapatan dari China pada kuartal keempat mencapai US$26 miliar, menyumbang hampir 20% dari total pendapatan global perusahaan. Kebangkitan ini sangat signifikan mengingat Apple telah mengalami penyusutan penjualan di China selama delapan dari sembilan kuartal sebelumnya, serta menghadapi persaingan ketat dari merek domestik seperti Huawei, Vivo, dan Xiaomi.

Desain dan Warna Jadi Pemicu Utama

Analis industri menilai penyegaran desain pada lini iPhone 17, terutama pilihan warna oranye yang mencolok, telah memperkuat posisi Apple sebagai simbol status di China. Warna ‘Cosmic Orange’ yang mirip dengan warna khas merek mewah asal Prancis, Hermès, menjadi viral di media sosial China. Ribuan unggahan dari konsumen yang memamerkan ponsel baru mereka turut mempopulerkan warna ini.

iPhone 17 Warna Oranye Laris Manis di China. Foto: Huaweicentral
iPhone 17 Warna Oranye Laris Manis di China. Foto: Huaweicentral

“Kelihatannya sederhana, tetapi perubahan desain yang terlihat jelas dari luar, termasuk kehadiran warna oranye mencolok, berhasil menarik para pengguna yang ingin cepat melakukan upgrade,” ujar Direktur Riset Senior IDC, Nabila Popal, dilansir dari Financial Times. Perubahan desain yang kentara membuat iPhone 17 lebih mudah dikenali sebagai perangkat baru dan premium, mendorong konsumen untuk melakukan pembaruan perangkat.

Dukungan Kebijakan dan Momentum Pasar

Selain daya tarik warna, penjualan model reguler iPhone 17 juga didorong oleh kebijakan subsidi pemerintah China. Subsidi ini memberikan potongan harga hingga 500 yuan untuk smartphone dengan harga di bawah 6.000 yuan, menjadikan iPhone 17 lebih terjangkau bagi sebagian besar konsumen. Analis Bank of America, Wamsi Mohan, juga mencatat bahwa Apple diuntungkan dari perbandingan dengan kinerja penjualan yang lemah pada tahun sebelumnya. Apple mencatat penjualan yang menyusut dalam delapan dari sembilan kuartal sebelumnya, dan belum menunjukkan pertumbuhan konsisten sejak 2022.

Advertisement

Peningkatan kinerja Apple juga dibantu oleh kendala yang dialami pesaing utamanya, Huawei. Penjualan Huawei dilaporkan turun sekitar 10% pada kuartal terakhir akibat keluhan pengguna terhadap sistem operasi Harmony mereka. Situasi ini menciptakan celah bagi Apple untuk merebut kembali pangsa pasar yang hilang.

Peningkatan Fitur Pendukung

Meskipun warna menjadi daya tarik utama, iPhone 17 juga membawa peningkatan signifikan pada aspek lain yang memicu siklus pembaruan besar-besaran. Perangkat ini dilengkapi dengan peningkatan pada sistem kamera, chip pemrosesan, kualitas layar, dan daya tahan baterai. Kombinasi antara desain yang menarik, dukungan kebijakan, kelemahan pesaing, dan peningkatan fitur teknis secara keseluruhan berkontribusi pada kebangkitan penjualan Apple di pasar China.

Lonjakan penjualan di China ini menjadi sinyal positif bagi Apple, yang sebelumnya menghadapi tekanan akibat kebijakan perdagangan dan persaingan ketat di salah satu pasar terbesarnya. Keberhasilan iPhone 17 di China menunjukkan bahwa inovasi desain dan pemahaman terhadap preferensi pasar lokal dapat menjadi kunci penting dalam mempertahankan daya saing di industri teknologi yang dinamis.

Advertisement