Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan Direktorat Pemberantasan Perdagangan Orang dan Anak (PPA-PPO) untuk secara agresif memberantas sindikat internasional yang terlibat dalam kasus perdagangan orang. Jenderal Sigit menekankan pentingnya mempelajari modus operandi sindikat tersebut, yang seringkali menjanjikan pekerjaan namun berujung pada pemerasan, pemaksaan, hingga kekerasan terhadap korban.
Pentingnya Kesiapan Direktorat Baru
Dalam peresmian Direktorat Reserse PPA-PPO di Bareskrim Polri pada Rabu (21/1/2026), Jenderal Sigit menyatakan, “Mau tidak mau Direktorat PPA dan PPO walaupun dibentuk baru namun yang dihadapi sindikat internasional, sehingga saya harapkan rekan-rekan segera mempersiapkan diri untuk bisa mengejar, kemudian bisa mengetahui modus-modus mereka, bisa bermitra dengan seluruh stakeholder yang ada, tentunya kita kerja sama dengan jaringan counterpart di luar negeri.”
Kapolri mengapresiasi peningkatan keberanian masyarakat untuk melapor, yang tercermin dari kenaikan pelaporan kasus yang signifikan. “Mungkin karena masyarakat yang mulai berani melapor, terima kasih juga penyelesaiannya sangat bagus atau naik 107,6% dibandingkan tahun 2021, dan mudah-mudahan dibentuknya direktorat tingkat polda dan satker di tingkat polres harapan kita gunung es bisa mencair,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Artinya kita bisa masuk lebih dalam fakta di lapangan yang saya yakin jauh lebih banyak, namun sekali lagi karena keengganan melapor hal-hal seperti ini seolah-olah di permukaan normal tak terjadi apa-apa.”
Modus Operandi dan Korban TPPO di 2025
Jenderal Sigit memaparkan bahwa pada tahun 2025, tercatat 403 kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan 505 tersangka. Modus yang digunakan beragam, meliputi PMI ilegal, Pekerja Seks Komersial (PSK) anak dan dewasa, Anak Buah Kapal (ABK), hingga pengantin pesanan.
“Rata-rata korbannya baik perempuan maupun laki-laki, biasanya perempuan hal-hal yang bersifat dijanjikan pekerjaan, sama juga laki-laki, artinya ini adalah tantangan ke depan yang akan dihadapi rekan-rekan, oleh karena itu saya mohon rekan-rekan siapkan diri sebaik-baiknya, walaupun ini direktorat baru namun siap bekerja profesional,” imbuhnya.
Waspadai Jalur Ilegal
Kapolri juga menyoroti bahwa masalah perdagangan orang seringkali timbul akibat korban yang mencari pekerjaan melalui jalur ilegal. Ia meminta Direktorat PPO-PPA untuk mewaspadai hal ini.
“Jalur-jalurnya kita sudah tahu, dari luar kawasan, masuk melalui Afghanistan, Bangladesh, dan Somalia menuju Asia Tenggara. Kemudian di Asia Tenggara dari Indonesia biasanya lewat melalui Malaysia, kadang Singapura, baru ke negara tujuan seperti Kamboja, Laos, beberapa juga ada yang ke Saudi,” jelas Jenderal Sigit.






