Berita

Korlantas Polri dan Kemenhub Perkuat Sinergi Wujudkan Zero Over Dimensi-Over Load 2027

Advertisement

Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sepakat untuk memperkuat sinergi demi mewujudkan target zero over dimensi dan over load pada tahun 2027. Langkah ini dianggap krusial karena berdampak langsung pada keselamatan berlalu lintas dan pencegahan kerusakan infrastruktur jalan.

Prioritas Keselamatan dan Infrastruktur

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa upaya mewujudkan zero over dimensi menjadi prioritas utama. “Prioritas kita jelas, zero over dimension. Karena over dimensi adalah pelanggaran serius yang berdampak langsung pada keselamatan dan infrastruktur jalan,” tegas Irjen Agus saat courtesy meeting dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Ia menambahkan, kolaborasi lintas instansi dan kesamaan arah kebijakan sangat diperlukan untuk mencapai target tersebut. Untuk memperkuat penegakan hukum, Korlantas Polri berencana menyiapkan mobil patroli kejahatan lalu lintas (Jatanlin) yang akan difokuskan untuk menindak kendaraan yang melanggar dimensi.

“Tahun ini akan kami siapkan mobil patroli Jatanlin, yakni patroli kejahatan lalu lintas. Di pertengahan 2026, fokusnya mengejar dan menindak kendaraan over dimension,” papar Irjen Agus.

Inovasi Teknologi dalam Penindakan

Selain itu, Korlantas Polri juga tengah menguji coba sistem penegakan hukum lalu lintas berbasis ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) menggunakan drone untuk pelanggaran over dimensi.

“Pengawasan dan penegakan hukum lalu lintas ETLE berbasis drone saat ini masih dalam tahap uji coba, namun ke depan sangat memungkinkan digunakan untuk mendukung pengawasan pelanggaran over dimensi,” jelasnya.

Advertisement

Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Korlantas Polri akan menggelar Operasi Keselamatan yang akan memfokuskan sasaran pada kendaraan angkutan travel dan bus. “Dalam Operasi Keselamatan, kami memfokuskan sasaran pada kendaraan tertentu travel dan bus akan ada check point ditempatkan di sejumlah titik yang telah disepakati bersama Kementerian Perhubungan, termasuk mekanisme pemeriksaan dan tindakan terhadap kendaraan travel dan bus,” ungkapnya.

Teknologi Tiga Dimensi dan Integrasi Data

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Ir. H. Aan Suhanan, M.Si., mengungkapkan bahwa Kemenhub telah memiliki teknologi tiga dimensi (3D) untuk mengukur kendaraan over dimensi secara lebih akurat.

“Saat ini kami sudah memiliki teknologi 3D untuk mengukur kendaraan over dimensi. Kami juga sedang menyiapkan regulasi agar seluruh kendaraan wajib uji berkala tetap diterima terlebih dahulu, khususnya untuk pendataan, sebelum penegakan hukum dilakukan bersama Korlantas,” jelasnya.

Aan Suhanan menekankan pentingnya integrasi basis data kendaraan untuk mempercepat terwujudnya sistem penegakan hukum over dimensi-over load yang efektif dan terintegrasi.

“Integrasi basis data kendaraan menjadi hal yang sangat penting, khususnya data uji berkala kendaraan. Saat ini data uji berkala kami belum maksimal, kolaborasi dengan Polri yang memiliki basis data kendaraan sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Advertisement