Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pelaksanaan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan dengan lancar, aman, dan selamat. Ia mencatat adanya kenaikan signifikan pergerakan masyarakat sebesar 16,65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pernyataan ini disampaikan Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (20/1/2026). Dudy mengapresiasi kerja sama semua pihak yang telah berkontribusi dalam kelancaran arus mudik dan balik.
Potensi dan Realisasi Pergerakan Masyarakat
Berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi, potensi pergerakan masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang. Periode ini berlangsung sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Namun, data realisasi pergerakan yang diperoleh menggunakan metode Mobile Positioning Data (MPD) tercatat sebesar 110,43 juta orang. Angka ini lebih rendah sekitar 7,5% dari hasil survei, namun meningkat 16,65% dibandingkan realisasi Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 yang mencapai 94,67 juta orang.
“Berdasarkan data yang diperoleh dengan menggunakan metode Mobile Positioning Data (MPD), jumlah pergerakan masyarakat selama periode Nataru dari tanggal 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 adalah sebanyak 110,43 juta orang, atau lebih kecil 7,5% dari hasil survei sebesar 119,5 juta orang,” jelas Dudy.
“Dibandingkan dengan Nataru sebelumnya, jumlah realisasi Nataru naik sebesar 16,65% dari realisasi Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 sebesar 94,67 juta orang,” sambungnya.
Program Mudik Gratis
Program mudik gratis yang diselenggarakan Kemenhub melalui tiga direktorat jenderal mencatat realisasi yang cukup signifikan. Total terdapat 42.850 penumpang dan 5.272 kendaraan bermotor yang terakomodasi.
“Realisasi program mudik gratis Kementerian Perhubungan pada masa Angkutan Nataru 2025/2026 dengan total tiga program mudik gratis yang dikeluarkan oleh Ditjen Perhubungan Darat, Laut, dan Ditjen Perkeretaapian melalui berbagai rute, ruas trayek, dan perlintasan, memiliki total realisasi sebesar 42.850 penumpang dan 5.272 kendaraan bermotor,” terang Dudy.
Kejadian Menonjol Selama Periode Nataru
Meskipun secara umum berjalan lancar, periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 juga diwarnai sejumlah kejadian menonjol. Kejadian tersebut meliputi kecelakaan laut, kecelakaan bus, gangguan operasional kereta api, hingga bencana alam dan cuaca ekstrem di beberapa wilayah.
“Dapat kami sampaikan beberapa kejadian menonjol selama periode angkutan Nataru 2025/2026 di antaranya, kecelakaan laut di perairan pulau antara Pulau Padar dengan Pulau Labuan Bajo. Kecelakaan bus di simpang susun Krapyak, Semarang, Jawa Tengah. Kejadian kereta api tertempar dan beberapa gangguan operasional,” tutur Dudy.
Selain itu, fenomena alam dan cuaca ekstrem juga dilaporkan terjadi. “Dan beberapa fenomena alam dan cuaca ekstrem seperti banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah Sumatera, letusan gunung, dan gelombang tinggi di pelabuhan penyeberangan,” imbuhnya.






