Aceh Tamiang – Aktivitas pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang perlahan kembali normal setelah proses pembersihan puluhan gedung pemerintahan rampung dilakukan oleh Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Pembersihan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana untuk memastikan pelayanan publik dapat segera diberikan kepada masyarakat.
Progres Pemulihan yang Efektif
Rektor IPDN, Halilul Khairi, melaporkan bahwa hingga Kamis (22/1/2026), sebanyak 19 dari total 33 gedung yang menjadi sasaran pembersihan telah berhasil diserahkan kembali kuncinya. Sementara itu, 14 gedung lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
“Dengan demikian, proses pemulihan pemerintahan yang dilaksanakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menunjukkan efektivitas yang baik serta progres yang konsisten, dengan peningkatan hasil dari hari ke hari,” ujar Halilul dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/1/2026).
Rencana Kegiatan Lanjutan
Satgas Kemendagri telah menyiapkan serangkaian kegiatan lanjutan yang dilaksanakan pada Jumat (23/1/2026). Rencana ini mencakup pengangkutan lumpur dan barang rusak, pembersihan lanjutan di dalam gedung, pengecatan, serta pendataan penduduk terdampak bencana.
“Personil Satgas hari ini (Jumat) agar bertugas pada TO yang telah ditetapkan sesuai pembagian,” tegas Halilul.
Ia menjelaskan bahwa pengangkutan lumpur, barang rusak, dan sampah di sekitar tenda pengungsian akan dilakukan dengan pengaturan pergerakan personel yang cermat agar tidak mengganggu aktivitas para pengungsi. Pembersihan lanjutan akan difokuskan pada bagian dalam gedung pemerintahan yang telah selesai dibersihkan dari lumpur dan barang-barang rusak.
“Pada masing masing TO yang sudah selesai mengeluarkan lumpur, kotoran barang barang yang rusak/tidak perlu dari ruangan kantor, kegiatan pembersihan agar dilanjutkan dengan pembersihan dinding, jendela, kaca dan mengepel lantai agar bisa dimaksimalkan kebersihannya,” jelasnya.
Pemulihan Lingkungan Kerja dan Dukungan Data
Selain pembersihan fisik, Satgas juga merencanakan pengecatan gedung-gedung pemerintahan untuk memperindah lingkungan kerja. Mekanisme pengecatan akan dilakukan untuk memaksimalkan keindahan pada setiap Target Operasi dengan menggunakan kuas dan cat yang telah disediakan.
Tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, Satgas Kemendagri bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) juga turut mendukung pendataan penduduk terdampak bencana. Kegiatan ini dilakukan bersama ASN Kemendagri untuk membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam memverifikasi data kerusakan tempat tinggal dan kondisi penghuni sementara korban bencana di Aceh Tamiang.
“Kegiatan akan dilaksanakan bersama ASN Kemendagri dalam membantu BNPB memverifikasi data kerusakan tempat tinggal dan penghuni sementara korban bencana Aceh Tamiang,” terangnya.
Daftar Gedung yang Telah Dibersihkan
Sebanyak 19 gedung pemerintahan dan layanan publik yang telah diserahkan kuncinya meliputi:
- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung
- Dinas Pendidikan
- Kantor Komisi Independen Pemilihan
- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
- Badan Narkotika Nasional Kabupaten Aceh Tamiang
- Dinas Pertanahan
- Kantor Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga
- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
- Kantor Majelis Adat Aceh
- SDN 1 Karang Baru
- Gedung Dharma Wanita
- Dinas Sosial
- Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan
- Gedung Sanggar Pendidikan Nonformal
- Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan
- Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup
- TK Adhyaksa
Satgas juga menambahkan sasaran pembersihan tambahan yang mencakup Kantor Bupati, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kantor ATR/BPN setempat, serta sejumlah fasilitas pemerintahan lainnya.






