Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menunjukkan empati dan tidak menyebarkan spekulasi liar terkait kematian selebgram Lula Lahfah. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto meminta publik untuk menahan diri dalam menyebarkan data pribadi maupun foto almarhumah di media sosial.
“Kami juga mengimbau untuk kita menjaga empati keluarga almarhum atas kejadian ini,” ujar Budi saat dihubungi, Minggu (25/1/2026). Lula ditemukan meninggal dunia di kamar apartemennya di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (23/1) malam. Kematiannya sontak mengejutkan banyak pihak dan memicu diskusi luas di media sosial.
Budi menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial di tengah duka cita yang dialami keluarga. “Empati atas duka cita yang terjadi, termasuk menyebarkan foto almarhum serta asumsi yang kurang baik. Alangkah baiknya kita mendoakan agar almarhumah tenang di alam sana,” tuturnya.
Polisi Tunggu Hasil Uji Laboratorium
Penyelidikan kasus ini ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Cilandak. Seluruh barang bukti yang telah dikumpulkan masih didalami oleh tim penyelidik untuk dapat mengungkap penyebab pasti kematian Lula.
“Saat ini penyelidik dari Polsek Kebayoran Baru dan Satreskrim Polrestro Jaksel masih mendalami sebab kematian, pemeriksaan saksi-saksi serta analisis barang bukti yang ada,” jelas Budi.
Hingga kini, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh Lula. Polisi masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap berbagai bukti yang ditemukan untuk menentukan arah penyelidikan lebih lanjut.
“Secara umum keterangan dokter yang meriksa luar jenazah tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan. Nant setelah hasil uji laboratorium terhadap barang bukti dan lain-lain akan kami sampaikan ke publik,” terang Budi.






