Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengambil langkah cepat dengan menambah jumlah pompa air di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, guna mempercepat surutnya genangan banjir. Penambahan ini diharapkan dapat mengatasi banjir yang melanda wilayah tersebut.
Penambahan Fasilitas Pompa
Awalnya, area Rawa Buaya hanya dilengkapi dengan lima unit pompa air. Namun, atas instruksi langsung dari Gubernur Pramono Anung, jumlah tersebut kini bertambah menjadi tujuh unit pompa yang beroperasi secara optimal. “Tadi saya sudah memerintahkan kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air untuk menambah pompa. Sekarang total ada tujuh pompa yang beroperasi di lokasi ini,” ujar Pramono saat meninjau langsung kondisi banjir di Rawa Buaya, Sabtu (24/1/2026).
Evaluasi Ketinggian Air dan Penurunan Genangan
Pramono Anung menjelaskan bahwa pemantauan ketinggian air di Cengkareng Drain menunjukkan tren penurunan yang positif. Pada Jumat (23/1) sore, ketinggian air tercatat mencapai 350, namun pada Sabtu pagi telah turun menjadi 315. “Batas aman itu 310. Kalau sudah sampai 310, saya yakin di tempat ini dan titik-titik lain airnya akan surut,” ungkapnya.
Selain itu, dampak banjir di sejumlah ruas jalan utama Jakarta Barat juga mulai berkurang. Genangan di Jalan Daan Mogot kini hanya menyisakan satu titik di Kilometer 13, sementara ruas jalan lainnya telah dapat dilalui kendaraan dengan normal.
Operasi Modifikasi Cuaca Diperpanjang
Selain upaya fisik melalui penambahan pompa, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan intensitas curah hujan. Gubernur Pramono Anung mengonfirmasi perpanjangan OMC hingga tanggal 27 Januari 2026. “OMC kita lanjutkan. Minimal dua, maksimal tiga, supaya curah hujan bisa ditekan dan masyarakat yang mengungsi bisa segera kembali ke rumahnya,” tuturnya.
Kondisi Pengungsi dan Bantuan Logistik
Di lokasi pengungsian Rawa Buaya, tercatat sebanyak 45 kepala keluarga atau 177 jiwa terdampak langsung oleh banjir. Gubernur Pramono Anung memastikan bahwa seluruh pengungsi dalam kondisi baik dan kebutuhan dasar mereka, termasuk logistik serta layanan kesehatan, telah terpenuhi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari bahan pangan, perlengkapan tidur, kebutuhan keluarga, hingga dukungan kesehatan dari Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta.






