Rabat – Sadio Mane kembali mengukir sejarah di kancah sepak bola Afrika. Penyerang Al Nassr ini sukses membawa Tim Nasional Senegal meraih gelar juara Piala Afrika 2025, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pesepakbola terbaik dari Benua Hitam.
Senegal Juara Setelah Kalahkan Maroko
Dalam laga final yang berlangsung sengit di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Senin (19/1/2026) dini hari WIB, Senegal berhasil menaklukkan Maroko dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal kemenangan Singa Teranga dicetak oleh Pape Gueye di masa perpanjangan waktu.
Gelar Piala Afrika 2025 ini menjadi trofi kedua bagi Sadio Mane bersama Senegal. Sebelumnya, ia juga menjadi pilar penting saat Senegal menjuarai turnamen yang sama pada edisi 2021, mengalahkan Mesir di partai puncak.
Performa Gemilang Mane di Piala Afrika 2025
Tidak hanya membawa timnya meraih gelar, Sadio Mane juga menunjukkan performa individu yang luar biasa. Ia dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen Piala Afrika 2025, sebuah penghargaan yang juga pernah diraihnya pada edisi 2021.
Penghargaan ini semakin memperkuat argumen bahwa Mane adalah salah satu pemain terbaik Afrika saat ini. Rekan setimnya di Al Nassr, Nicola Jackson, bahkan tidak ragu menyebut nama Mane ketika ditanya mengenai pemain Afrika terbaik sepanjang masa. “Sadio Mane!” tegas Jackson.
Koleksi Gelar Mane di Level Klub
Kesuksesan Mane tidak hanya di level internasional. Di level klub, ia telah mengoleksi berbagai gelar bergengsi. Bersama Liverpool, ia pernah merasakan manisnya gelar Premier League dan Liga Champions, serta enam trofi lainnya.
Pindah ke Bayern Munich, Mane turut berkontribusi dalam raihan gelar Bundesliga dan Piala Super Jerman. Terbaru, bersama Al Nassr, ia juga berhasil mengangkat trofi Arab Club Champions.
Perdebatan Status GOAT Afrika
Dengan segudang prestasi tersebut, pertanyaan mengenai kelayakan Sadio Mane menyandang status GOAT (Greatest of All Time) Afrika semakin mengemuka. Ia kini kerap disejajarkan dengan legenda-legenda Benua Hitam seperti George Weah, Samuel Eto’o, dan Didier Drogba.
Perdebatan ini tentu akan terus berlanjut, namun tidak dapat dipungkiri bahwa Sadio Mane telah menorehkan jejak yang signifikan dalam sejarah sepak bola Afrika.






