Apple dilaporkan tengah memprioritaskan peningkatan signifikan pada aplikasi Kamera bawaan untuk iPhone 18 Pro, sebagai upaya menyamai kapabilitas kamera profesional. Salah satu langkah strategis yang dipertimbangkan adalah akuisisi Lux Optics, studio di balik aplikasi kamera populer Halide, Kino, dan Spectre. Pembicaraan akuisisi ini terungkap melalui dokumen pengadilan menyusul perselisihan hukum antara para pendiri Lux Optics. Upaya ini menunjukkan keseriusan Apple dalam membawa fitur-fitur tingkat profesional ke dalam ekosistem iPhone-nya, terutama karena perangkat keras kamera iPhone 18 Pro diprediksi akan semakin canggih.
Menurut laporan The Information, Apple telah melakukan diskusi untuk mengakuisisi Lux Optics pada musim panas 2025. Minat Apple ini didorong oleh keinginan untuk meningkatkan aplikasi Kamera bawaan, yang disebut sebagai “prioritas utama perusahaan saat ini.” Perangkat keras kamera pada model iPhone 18 Pro diproyeksikan akan mampu menyaingi kamera kelas profesional dalam hal fitur-fitur canggih tertentu. Halide sendiri dikenal karena memberikan kontrol manual yang lebih presisi kepada pengguna iPhone untuk perangkat keras kamera, sebuah aspek yang sangat dihargai oleh para penggemar fotografi.
Fokus pada Peningkatan Software Kamera
Pihak Apple meyakini bahwa akuisisi Lux Optics dapat mempercepat upaya mereka dalam menyempurnakan aplikasi Kamera bawaan. Aplikasi kamera iPhone saat ini umumnya menawarkan kontrol dasar, namun dengan kemajuan perangkat keras, Apple perlu memastikan software-nya dapat mengimbangi. Halide, yang diluncurkan pada 2017, telah membangun reputasi dengan menawarkan kontrol eksposur yang lebih dalam, pengaturan fokus lanjutan, dan fitur lainnya yang melampaui apa yang disediakan Apple secara default. Integrasi kontrol ala Halide berpotensi menghadirkan “lapisan kontrol profesional” yang tetap mudah digunakan, memungkinkan penyesuaian eksposur manual, penanganan noise selektif, dan alur kerja RAW yang lebih cepat saat dibutuhkan pengguna.

Meskipun negosiasi akuisisi tidak mencapai kesepakatan, Apple tetap merekrut salah satu pendiri Lux Optics, Sebastian de With, untuk bergabung dengan tim desainnya pada Januari 2026. Keputusan ini menambah lapisan perhatian pada situasi tersebut, terutama setelah Ben Sandofsky, CEO dan rekan pendiri Lux, memecat de With pada Desember 2025 atas dugaan penyalahgunaan dana perusahaan. Sandofsky kemudian mengajukan gugatan terhadap de With, menuduhnya menyalahgunakan dana perusahaan dan mentransfer materi rahasia serta kode sumber Lux ke Apple. Namun, tim hukum de With membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa gugatan itu merupakan respons terhadap perselisihan internal mengenai transparansi keuangan. Apple sendiri tidak disebutkan sebagai tergugat dalam kasus ini dan tidak dituduh melakukan kesalahan apa pun.
Fitur Hardware Kamera iPhone 18 Pro
Selain fokus pada software, iPhone 18 Pro juga dirumorkan akan mendapatkan peningkatan perangkat keras kamera yang signifikan. Salah satu rumor yang paling banyak dibicarakan adalah implementasi aperture variabel pada kamera utama. Fitur ini memungkinkan penyesuaian fisik pada bukaan lensa untuk mengontrol jumlah cahaya yang masuk ke sensor, yang berpotensi menghasilkan efek bokeh yang lebih alami dan kontrol kedalaman bidang (depth of field) yang lebih baik. Berbeda dengan metode software yang digunakan saat ini, aperture variabel fisik diklaim akan memberikan kontrol kreatif yang lebih besar dan meningkatkan performa dalam kondisi minim cahaya serta kecepatan rana.
Rumor lain menyebutkan adanya peningkatan pada lensa telephoto dengan bukaan yang lebih besar, serta potensi penambahan teleconverter untuk memperpanjang jangkauan zoom. Perangkat keras yang lebih canggih ini akan didukung oleh chip A20 dengan arsitektur 2 nanometer dan modem C2 buatan Apple sendiri, yang diharapkan meningkatkan performa, efisiensi daya, dan konektivitas 5G.






