Berita

Tito Karnavian Pastikan Penanganan Darurat Banjir Aceh Utara Dipercepat dengan Mekanisme Khusus

Advertisement

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, meninjau langsung lokasi pengungsian warga terdampak banjir bandang di Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Perpanjangan Masa Tanggap Darurat

Berdasarkan diskusi dengan pemerintah daerah setempat, Tito Karnavian menyatakan bahwa masa tanggap darurat di Aceh Utara berpeluang diperpanjang selama satu minggu ke depan. Perpanjangan ini diperlukan untuk memberikan ruang percepatan proses pengadaan barang dan jasa yang sedang berjalan.

“Ya tadi kami sudah diskusi, kemungkinan besar untuk yang di Aceh Utara, kalau dia mau memperpanjang satu minggu lagi, enggak apa-apa,” kata Tito dalam keterangan tertulis, Kamis (22/1/2025).

Mekanisme Pengadaan Nonkonvensional

Selama masa tanggap darurat, pemerintah daerah diizinkan menggunakan mekanisme pengadaan nonkonvensional, termasuk penunjukan langsung kepada penyedia jasa atau kontraktor. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan mendesak dan perbaikan fasilitas umum seperti masjid, jalan, dan infrastruktur dasar lainnya.

“Kalau ada yang misalnya mau dia memperbaiki jalan, dia bisa tunjuk langsung di [masa] tanggap darurat. Tunjuk langsung, gunakan APBD-nya dia, langsung beresin, cepat, clear. Kecepatan nomor satu di sini,” tegasnya.

Usulan Kebijakan Pengadaan Luar Biasa

Tito Karnavian mengingatkan bahwa setelah masa tanggap darurat berakhir, proses pengadaan akan kembali mengikuti mekanisme reguler melalui lelang terbuka yang bisa memakan waktu hingga tiga bulan. Untuk mengantisipasi kelambatan, ia mengusulkan penerbitan kebijakan khusus, seperti Instruksi Presiden (Inpres), yang memungkinkan mekanisme pengadaan luar biasa (extraordinary) pada masa transisi pascabencana.

Advertisement

“Saya usulkan semacam ada Inpres-lah gitu ya, untuk dalam masa [bencana], di tempat bencana ini. Proses apa namanya itu, pengadaannya dilakukan dengan mekanisme yang juga extraordinary. Jangan yang reguler. Kalau reguler, saya takut nanti lambat,” jelasnya.

Ia berharap kebijakan ini dapat mempercepat penanganan di lapangan dan mencegah tersendatnya bantuan bagi warga, mengingat kecepatan adalah kunci utama dalam penanganan bencana.

Kondisi Pemulihan Aceh Utara

Secara umum, Tito Karnavian menilai kondisi Aceh Utara mulai menunjukkan pemulihan di sejumlah sektor. Lalu lintas dan aktivitas di kota Lhoksukon dilaporkan berjalan normal, begitu pula dengan sektor ekonomi dan pendidikan, meskipun masih terdapat tenda-tenda pengungsian. Fasilitas rumah sakit juga dilaporkan membaik.

“Saya melihat untuk Aceh Utara, saya sudah berapa kali datang, saya lihat lalu lintas sudah normal ya. Kemudian di kota juga, Lhoksukon juga baik, ekonomi berjalan lancar, pendidikan berjalan, meskipun ada tenda-tenda masih. Rumah sakitnya juga sudah bagus. Cuma di daerah pedalaman yang perlu kita atensi,” paparnya.

Kolaborasi Penanganan Bencana

Penanganan dampak banjir bandang di Aceh Utara melibatkan berbagai kementerian dan lembaga. Pekerjaan yang membutuhkan anggaran besar ditangani oleh pemerintah pusat, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Advertisement