Konsumen yang mengincar ponsel pintar dari merek vivo dan sub-mereknya, iQOO, perlu segera mengambil keputusan. Kenaikan harga pada sejumlah model populer kedua merek tersebut dilaporkan akan mulai berlaku efektif pada Selasa, 18 Maret 2026, pukul 10.00 WIB. Keputusan ini menyusul tren kenaikan harga yang juga diterapkan oleh produsen ponsel lain, seperti OPPO, yang telah menaikkan harga produknya pada Minggu (16/3/2026).
Alasan utama di balik penyesuaian harga ini adalah lonjakan biaya global untuk komponen semikonduktor dan penyimpanan (storage). Kenaikan biaya ini memaksa produsen untuk menyesuaikan harga jual guna mempertahankan margin keuntungan di tengah tekanan pasar. vivo, melalui pengumuman resminya, menyatakan bahwa kenaikan harga ini merupakan respons langsung terhadap peningkatan biaya produksi komponen inti smartphone. Situasi ini mencerminkan tren industri yang lebih luas, di mana biaya komponen seperti DRAM dan NAND flash storage terus meningkat secara global.
Daftar Model yang Terdampak Kenaikan Harga
Kenaikan harga ini akan memengaruhi berbagai model dari lini produk vivo T-series dan iQOO Z-series. Berdasarkan informasi yang beredar, berikut adalah beberapa model yang diperkirakan akan mengalami penyesuaian harga:
- vivo T4: Varian 8GB + 128GB akan naik dari Rp22.999.000 menjadi Rp24.999.000. Varian 8GB + 256GB dari Rp24.999.000 menjadi Rp26.999.000. Sementara itu, varian 12GB + 256GB akan menjadi Rp28.999.000 dari harga sebelumnya Rp26.999.000. Kenaikan ini seragam sebesar Rp2.000.000 per varian.
- vivo T4R: Kenaikan sebesar Rp2.000.000 juga berlaku untuk model ini. Varian 8GB + 128GB menjadi Rp22.999.000 (dari Rp20.999.000), 8GB + 256GB menjadi Rp24.999.000 (dari Rp22.999.000), dan 12GB + 256GB menjadi Rp26.999.000 (dari Rp24.999.000).
- vivo T4x: Model ini mengalami kenaikan yang bervariasi. Varian 6GB + 128GB naik Rp1.500.000 menjadi Rp16.999.000 (dari Rp15.499.000). Sementara itu, varian 8GB + 128GB dan 8GB + 256GB mengalami kenaikan paling signifikan, masing-masing Rp2.500.000, menjadi Rp18.999.000 (dari Rp16.499.000) dan Rp20.999.000 (dari Rp18.499.000).
- iQOO Z10: Serupa dengan vivo T4, model ini juga akan mengalami kenaikan Rp2.000.000 per varian. Harga baru untuk 8GB + 128GB menjadi Rp24.999.000, 8GB + 256GB menjadi Rp26.999.000, dan 12GB + 256GB menjadi Rp28.999.000.
- iQOO Z10R: Kenaikan sebesar Rp2.000.000 juga diterapkan pada seluruh varian. Harga baru untuk 8GB + 128GB adalah Rp22.999.000, 8GB + 256GB menjadi Rp24.999.000, dan 12GB + 256GB menjadi Rp26.999.000.
- iQOO Z10x: Model ini mengalami kenaikan yang bervariasi, mirip dengan vivo T4x. Varian 6GB + 128GB naik Rp2.000.000 menjadi Rp16.999.000 (dari Rp14.999.000). Untuk varian 8GB + 128GB dan 8GB + 256GB, kenaikan Rp2.500.000 membuat harganya menjadi Rp18.999.000 (dari Rp16.499.000) dan Rp20.499.000 (dari Rp17.999.000).
Tren Kenaikan Harga Komponen Global
Peningkatan biaya komponen semikonduktor dan penyimpanan bukan hanya memengaruhi vivo dan iQOO, tetapi juga menjadi tren industri yang lebih luas. Produsen seperti OPPO telah lebih dahulu menyesuaikan harga produk mereka pada 16 Maret 2026. Fenomena ini menunjukkan adanya tekanan biaya yang signifikan di seluruh rantai pasok industri ponsel pintar global. Kenaikan harga komponen utama seperti chip memori, baik DRAM maupun NAND flash, secara langsung berdampak pada biaya produksi smartphone, terutama untuk model dengan konfigurasi RAM dan penyimpanan yang lebih besar.
Bagi konsumen yang berencana membeli salah satu dari model vivo atau iQOO yang terdampak, disarankan untuk segera melakukan pembelian sebelum tanggal 18 Maret 2026. Bertindak cepat dapat membantu mengamankan harga lama sebelum penyesuaian berlaku, sehingga dapat menghemat pengeluaran.






