Xiaomi secara resmi meluncurkan produk aksesori pelacak pintar, Xiaomi Tag, di Indonesia pada Selasa, 3 Maret 2026. Perangkat ini diposisikan sebagai penantang serius bagi produk sejenis seperti Apple AirTag dan Samsung Galaxy SmartTag, menawarkan fungsionalitas serupa dengan harga yang lebih terjangkau.
Xiaomi Tag masuk dalam kategori item tracker, yaitu alat yang dirancang untuk membantu pengguna menemukan barang-barang pribadi yang mudah hilang atau terselip. Fungsi utamanya serupa dengan Apple AirTag dan Samsung Galaxy SmartTag, memungkinkan pengguna memasangkannya pada barang penting seperti kunci, tas, koper, atau dompet.
Desain Ringkas dan Fungsionalitas Lintas Ekosistem
Secara desain, Xiaomi Tag hadir dengan bentuk elips tipis yang ringkas, berdimensi 7,2 mm dengan bobot sekitar 10 gram. Ukuran dan bobot ini membuat perangkat mudah digantungkan pada gantungan kunci, tas, atau koper tanpa menambah beban berarti. Perangkat ini juga telah mengantongi sertifikasi IP67 yang menandakan ketahanannya terhadap debu dan cipratan air.

Salah satu keunggulan utama Xiaomi Tag adalah kompatibilitasnya dengan dua ekosistem pelacakan terbesar: Apple Find My dan Google Android Find Hub. Hal ini memungkinkan pengguna iPhone maupun perangkat Android untuk melacak barang mereka melalui jaringan yang sudah ada, tanpa terikat pada satu platform tertentu. Pengguna dapat menggunakan fitur Remote Item Finding untuk membunyikan Xiaomi Tag saat berada dalam jangkauan Bluetooth, serta fitur Lost Mode untuk menambahkan informasi kontak jika barang hilang.
Fitur tambahan seperti Collaborative Finding turut disematkan untuk mempercepat upaya pencarian barang hilang dengan berbagi lokasi secara aman. Xiaomi juga membekali perangkat ini dengan fitur perlindungan privasi yang akan memberikan peringatan jika ada tracking tag yang tidak dikenal terdeteksi bergerak bersama pengguna.
Spesifikasi Teknis dan Daya Tahan Baterai
Xiaomi Tag dibekali konektivitas Bluetooth 5.4 dan NFC. Namun, perangkat ini belum dilengkapi dengan teknologi Ultra Wideband (UWB), yang memungkinkan pelacakan lebih presisi dalam jarak dekat. Perangkat ini ditopang oleh baterai seukuran koin CR2032 yang dapat diganti, dan diklaim mampu bertahan hingga satu tahun dalam penggunaan normal.
Baterai CR2032 yang dapat diganti ini menjadi salah satu keunggulan praktis bagi pengguna, karena tidak perlu membeli perangkat baru ketika baterai habis. Xiaomi mengeklaim bahwa baterai tersebut mampu bertahan hingga satu tahun penggunaan normal, meminimalkan kebutuhan perawatan rutin.
Harga Kompetitif di Pasar Indonesia
Di pasar Indonesia, Xiaomi Tag ditawarkan dalam satu varian warna putih dengan bodi berbahan plastik. Harga yang ditetapkan untuk satu unit Xiaomi Tag adalah Rp 199.000. Selain itu, Xiaomi juga menyediakan paket berisi empat unit dengan harga Rp 599.000, menjadikannya pilihan yang lebih ekonomis bagi pengguna yang ingin memasang pelacak pada banyak barang.
Dengan harga tersebut, Xiaomi Tag diposisikan sebagai alternatif yang jauh lebih terjangkau dibandingkan Apple AirTag yang umumnya dibanderol dengan harga lebih tinggi. Peluncuran Xiaomi Tag ini diharapkan dapat memberikan pilihan yang lebih luas bagi konsumen Indonesia yang mencari solusi pelacakan barang pintar yang efektif dan efisien dari segi biaya.






