Purbalingga dilanda banjir bandang dahsyat pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026. Peristiwa alam ini menerjang Desa Serang dan Sangkanayu di Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, tidak hanya menimbulkan korban jiwa tetapi juga membawa material kayu gelondongan yang menghancurkan pemukiman warga.
Kerugian Material dan Trauma Mendalam
Salah seorang warga yang terdampak parah adalah Saryono Sakirin (68), warga RT 14 RW 05 Desa Sangkanayu. Ia harus kehilangan rumah beserta seluruh peralatan produksi batako miliknya akibat terjangan arus banjir yang sangat deras. Peristiwa mengerikan itu terjadi saat Saryono sedang tertidur lelap.
“Saya lagi tidur di rumah. Terus istri saya kebangun terus air sudah masuk rumah. Air besar banget. Saya panik terus naik ke lantai 2. Tapi air semakin besar dan suara gemuruh menakutkan,” tutur Saryono menceritakan detik-detik menegangkan saat banjir menerjang.
Ancaman Kayu Gelondongan
Arus banjir yang semakin deras tidak hanya membawa air, tetapi juga material kayu berukuran besar yang menghantam rumah Saryono. Ia bersyukur tiang penyangga rumahnya tidak patah meskipun sempat dihantam batang kayu besar.
“Ternyata kayu yang datang sampai saka rumah saya tertabrak kayu besar. Alhamdulillah tidak patah. Kalau patah ya ambruk. Itu kejadian sekitar jam setengah 3 tadi,” ungkapnya.






