Pandeglang Selatan kembali dilanda banjir akibat luapan Sungai Cilemer dan Ciliman. Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, menyatakan bahwa banjir ini merupakan peristiwa tahunan yang disebabkan oleh pendangkalan dan penyempitan aliran sungai yang tidak mampu menampung debit air tinggi.
Sungai Kewenangan Pusat, Normalisasi Mendesak
Iing menjelaskan bahwa Sungai Cilemer dan Ciliman merupakan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Ia mendesak kementerian tersebut untuk segera melakukan normalisasi sungai guna mengatasi dampak banjir yang merugikan masyarakat, terutama sektor pertanian.
“Kami berharap kepada Kementerian PU untuk segera menangani sungai-sungai yang ada di Kabupaten Pandeglang, supaya tidak terjadi pendangkalan dan tidak terjadi banjir musiman, karena banjir ini bukan hanya berdampak terhadap masyarakat sendiri, juga berdampak luas pada pertanian yang ada di kabupaten Pandeglang,” ujar Iing, Minggu (18/1/2026).
Menurut Iing, normalisasi sungai dengan pelebaran dan pendalaman aliran air adalah solusi paling efektif untuk menampung curah hujan tinggi dan meminimalkan dampak luapan air.
Warga Keluhkan Kondisi Sungai
Banjir yang terjadi di wilayah Pandeglang bagian selatan ini memang sudah menjadi langganan warga saat cuaca ekstrem. Muiz, warga Desa Surianen, Kecamatan Patia, mengungkapkan bahwa banjir sudah tidak terhitung lagi terjadi setiap tahun.
“Setiap tahun di sini selalu banjir. Jadi, kalau banjir, sudah tidak terhitung,” kata Muiz, Sabtu (17/1).
Muiz menambahkan bahwa aliran sungai yang menyempit dan dangkal menjadi penyebab utama. Ia mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Pandeglang melakukan perbaikan dan normalisasi sungai.
Pendekatan Restorasi Sungai Diusulkan
Sementara itu, warga lainnya, Hafiz Fauzani, berpandangan bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya dengan normalisasi. Ia menekankan pentingnya restorasi sungai untuk mengembalikan fungsi alami sungai dan kawasan sekitarnya.
“Saya berpandangan bahwa penanganan banjir tidak seharusnya hanya mengandalkan normalisasi sungai. Restorasi sungai perlu diperkuat sebagai pendekatan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan,” ujar Hafiz.
Hafiz menjelaskan bahwa restorasi sungai melibatkan pengembalian fungsi dataran banjir, vegetasi bantaran, serta keseimbangan aliran air. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadikan sungai sebagai penyangga yang mampu memperlambat aliran air saat hujan lebat.
Banjir di Pandeglang Selatan ini kerap berasal dari luapan Sungai Cilemer dan Ciliman, yang telah menyebabkan kerusakan rumah warga dan kerugian ekonomi akibat hanyutnya barang dagangan.






