Gadget Smartphone

Galaxy S26 Plus Kembali Gunakan Chipset Exynos 2600, Pisahkan Pasar Global dan AS

Advertisement

Samsung Galaxy S26 Plus dipastikan akan menggunakan chipset Exynos 2600 untuk pasar global, mengindikasikan kembalinya strategi pemisahan chipset berdasarkan wilayah geografis. Sementara itu, pasar Amerika Serikat kemungkinan besar akan tetap menggunakan chipset dari Qualcomm, yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Informasi ini terungkap melalui daftar benchmark Geekbench terbaru untuk varian Galaxy S26 Plus dengan nomor model SM-S947B. Chipset yang terdeteksi, “s5e9965”, secara luas dikaitkan dengan Exynos 2600. Hal ini sejalan dengan laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa Samsung akan kembali membagi penggunaan chipset untuk seri Galaxy S26 di berbagai wilayah. Varian Galaxy S26 Plus yang berbasis di Korea Selatan juga sebelumnya telah muncul di Geekbench dengan menggunakan Exynos.

Strategi Chipset Samsung

Langkah Samsung untuk kembali menggunakan Exynos 2600 di pasar global, termasuk Eropa dan Korea, sementara Amerika Serikat mendapatkan Snapdragon, menandakan kelanjutan strategi yang telah diterapkan di generasi sebelumnya. Keputusan ini tampaknya didorong oleh keinginan untuk menekan biaya produksi, mengingat Samsung menghabiskan miliaran dolar untuk chip Qualcomm setiap tahunnya. Dengan mengintegrasikan chipset buatan sendiri, Samsung berpotensi menghemat biaya yang signifikan, yang mungkin dapat dialokasikan untuk fitur-fitur lain.

Qualcomm Snapdragon 8 Elite

Untuk pasar Amerika Serikat, Samsung diperkirakan akan tetap menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 untuk seluruh lini Galaxy S26, termasuk model dasar S26. Sementara itu, model Galaxy S26 Ultra dilaporkan akan secara eksklusif menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 secara global.

Performa Exynos 2600

Exynos 2600, yang diklaim sebagai prosesor seluler komersial 2nm pertama di industri dengan konfigurasi CPU sepuluh inti, menunjukkan performa yang menjanjikan. Dalam pengujian benchmark Geekbench 6, chipset ini mencatatkan skor single-core 2.304 dan multi-core 9.015. Meskipun skor ini sedikit lebih rendah dibandingkan beberapa daftar Exynos 2600 sebelumnya yang dilaporkan dari varian Korea Selatan (mencapai sekitar 3.000-3.300 single-core dan 10.450-11.370 multi-core), angka ini tetap menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan dibandingkan pendahulunya.

Lebih lanjut, dalam pengujian grafis yang lebih spesifik, Exynos 2600 menunjukkan performa yang kompetitif. Chipset ini dikabarkan mengungguli Snapdragon 8 Elite Gen 5 dalam beberapa tes benchmark grafis, termasuk tes ray tracing Basemark. GPU Xclipse 960 pada Exynos 2600, yang diduga menggunakan arsitektur AMD RDNA 4, berhasil mencetak skor lebih tinggi dari chip Snapdragon dalam tes ray tracing. Hal ini mengindikasikan bahwa Samsung telah berhasil meningkatkan performa grafis dan manajemen termal pada chip terbarunya.

Spesifikasi Lainnya

Selain chipset, daftar benchmark juga mengonfirmasi beberapa detail lain untuk Galaxy S26 Plus, termasuk RAM sebesar 12GB dan sistem operasi Android 16, yang kemungkinan akan berjalan dengan antarmuka One UI 8.5. Konfigurasi RAM ini tampaknya sama dengan Galaxy S25 Plus, menunjukkan bahwa Samsung mempertahankan jumlah memori dasar untuk model Plus-nya.

Seri Galaxy S26, termasuk S26, S26 Plus, dan S26 Ultra, dijadwalkan akan diluncurkan pada 25 Februari 2026. Peluncuran ini akan menjadi momen penting bagi Samsung untuk menunjukkan peningkatan terbaru pada lini flagship mereka, terutama terkait performa chipset dan fitur-fitur kecerdasan buatan.

Advertisement