JAKARTA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Jawa Timur menegaskan bahwa Wali Kota Madiun, Maidi, yang baru saja terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bukanlah kader partai berlambang burung garuda tersebut.
Bukan Kader Partai
Bendahara DPD Gerindra Jawa Timur, Ferdians Reza Alvisa, menyatakan dengan tegas bahwa Maidi belum memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) partai. “Belum memiliki KTA,” ujar Alvis, dikutip dari detikJatim, Selasa (20/1/2026).
Alvis menambahkan, meskipun Maidi memiliki keinginan untuk bergabung menjadi kader Gerindra dan telah mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk posisi Ketua DPC Gerindra Kota Madiun, hingga saat ini belum ada penerbitan KTA resmi untuknya.
“Memang saat ini yang bersangkutan sedang mengikuti fit and proper test menjadi Ketua DPC Gerindra Kota Madiun. Sampai dengan saat ini, pihak DPP, DPD, ataupun DPC belum ada menerbitkan KTA untuk beliau,” jelas Alvis.
OTT KPK di Madiun
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan OTT terhadap Wali Kota Madiun, Maidi. Dalam operasi tersebut, total ada 15 orang yang diamankan. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para terduga pelaku setelah OTT dilakukan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan tersebut. “Benar, hari ini Senin (19/1), tim sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup, dengan mengamankan sejumlah 15 orang, di wilayah Madiun, Jawa Timur,” kata Budi kepada wartawan, Senin (19/1).






