Apple diperkirakan akan merilis iPhone pertamanya yang dapat dilipat, yang sementara ini dikenal sebagai iPhone Fold, pada bulan Desember tahun ini. Peluncuran ini akan menjadikan perangkat tersebut sebagai iPhone termahal yang pernah ada dalam sejarah Apple, dengan perkiraan harga yang menembus angka fantastis.
Menurut laporan dari analis Barclays, Tim Long, pengiriman iPhone Fold kemungkinan besar akan dimulai pada bulan Desember 2026. Hal ini sedikit berbeda dari jadwal peluncuran iPhone pada umumnya yang biasanya dilakukan pada bulan September. Namun, pola ini bukan tanpa preseden; Apple pernah merilis iPhone X pada bulan November setelah pengumuman di bulan September, serupa dengan strategi peluncuran iPhone 8 dan 8 Plus di tahun 2017.
Pergeseran Jadwal dan Posisi Premium
Pergeseran jadwal peluncuran iPhone Fold ini sejalan dengan strategi Apple yang memecah siklus perilisan produknya. iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max diperkirakan akan tetap meluncur sesuai jadwal tradisional pada bulan September 2026. Sementara itu, model iPhone 18 standar dan iPhone 18e baru akan menyusul pada musim semi 2027. Pemecahan jadwal ini memungkinkan Apple untuk lebih memfokuskan perhatian pada peluncuran produk premiumnya, termasuk iPhone Fold, di akhir tahun.
Harga yang Mencapai Rekor Baru
Salah satu aspek yang paling disorot dari iPhone Fold adalah harganya yang diprediksi akan sangat mahal. Berbagai sumber memperkirakan harga jualnya akan berada di kisaran USD 2.000 hingga USD 2.500, atau bahkan lebih.

Beberapa prediksi menyebutkan harga mulai dari USD 1.999 untuk varian 256GB, hingga mencapai USD 2.400 untuk kapasitas penyimpanan yang lebih besar. Jika dikonversikan ke Rupiah dengan kurs saat ini, harga tersebut bisa mencapai lebih dari Rp30 juta hingga Rp40 jutaan, menjadikannya iPhone termahal yang pernah dirilis Apple. Sebagai perbandingan, Samsung Galaxy Z Fold 7 saat ini dibanderol mulai dari USD 1.899.
Spesifikasi dan Fitur Unggulan
Meskipun harganya selangit, iPhone Fold diprediksi akan datang dengan spesifikasi yang canggih. Perangkat ini diperkirakan akan mengusung desain lipat bergaya buku (book-style foldable) dengan layar utama berukuran sekitar 7,8 inci saat dibuka, dan layar eksternal 5,5 inci ketika dilipat. Layar ini diharapkan memiliki crease yang minimal, bahkan nyaris tidak terlihat.
Untuk menunjang performa, iPhone Fold akan dibekali RAM 12GB yang dipasok oleh Samsung, serta pilihan penyimpanan internal mulai dari 256GB, 512GB, hingga 1TB. Uniknya, perangkat ini dilaporkan akan menggunakan autentikasi sidik jari Touch ID yang terintegrasi pada tombol daya, menggantikan Face ID yang biasa digunakan pada iPhone lainnya. Keputusan ini diduga diambil karena keterbatasan ruang pada desain yang sangat tipis.
Strategi Apple di Pasar Smartphone Lipat
Kehadiran iPhone Fold menandai langkah besar Apple dalam memasuki pasar smartphone lipat yang saat ini didominasi oleh pemain seperti Samsung dan Google. Dengan memposisikan iPhone Fold sebagai produk ultra-premium, Apple tampaknya menargetkan segmen pasar yang bersedia membayar mahal untuk teknologi terbaru dan pengalaman eksklusif. Analis memprediksi Apple akan mampu merebut pangsa pasar yang signifikan di segmen ini berkat basis penggemar setianya yang dikenal loyal.
Peluncuran pada bulan Desember ini juga diharapkan dapat memanfaatkan momentum liburan akhir tahun sebagai musim belanja utama, sekaligus memberikan jeda waktu yang cukup bagi Apple untuk menyempurnakan produksi massal perangkat inovatif ini.






