Jenazah kopilot pesawat ATR 42-500 PK-THT, Farhan Gunawan, dimakamkan di Pemakaman Darussalam Valley, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (25/1/2026). Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman tersebut, diwarnai tangis keluarga yang pecah saat jenazah korban jatuhnya pesawat di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, itu dimasukkan ke liang lahat.
Pantauan di lokasi pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00 Wita, sejumlah pelayat yang mengenakan pakaian serba hitam mengantar Farhan ke tempat peristirahatan terakhirnya. Cuaca yang semula terik perlahan berubah mendung menjelang dimulainya upacara pemakaman. Sebuah tenda berwarna hijau didirikan di atas area pemakaman.
Suara tangisan terdengar jelas saat jenazah Farhan diturunkan ke dalam kubur. Seorang ustaz memimpin doa dengan suara yang terdengar tersedu-sedu sesaat setelah jenazah selesai dimakamkan. Tangis keluarga semakin pecah ketika doa tersebut berakhir.
Kakek korban, Nur Husein, menyatakan keikhlasannya menerima kabar duka kepergian sang cucu. Ia juga berharap orang tua Farhan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.
“Harapan keluarga dari awal diiringi doa kami berharap cucunda Muhammad Farhan Gunawan akan selamat masih bisa bersama-sama kami di tengah-tengah keluarga,” ujar Husein di lokasi.
“Tiada daya dan upaya kita kecuali kita serahkan kepada Allah SWT. Insyaallah dengan peristiwa semacam ini dalam syariat agama adalah mati syahid,” sambungnya.
Tampak ibu Farhan duduk di dekat nisan, menangis usai prosesi pemakaman selesai. Seorang kerabat terlihat memegang foto Farhan saat keluarga tengah mendoakan kepergian almarhum.






